Saturday, June 29, 2013

Dengan Urea dan SP 36 bisa menghasilkan Bandeng, ikan Mas, nila dan Patin tanpa pakan pabrikan

June 29, 2013 Posted by Media Penyuluhan Perikanan Pati 1 comment

Sobat pasti tidak asing lagi dengan yang namanya pupuk urea. Pupuk Urea terdiri dari senyawa kimia yang bernama urea atau yang lebih dikenal dengan nama carbonyl diamide. Senyawa urea merupakan jenis senyawa oraganik. Karbon, Nitrogen, Oksigen, dan Hidrogen adalah unsur yang menyusun senyawa ini. Berikut rumus kimia urea (rumus molekul).
Urea merupakan persenyawaan organik, tidak  bermuatan listrik, titik leleh sebesar 132,70C, panas leleh ± 60 kal/gram, titik didih dalam air 115 0C, berbentuk butiran berwarna putih, rumus kimia CO(NH2)2 secara kimiawi maupun fisiologis urea merupakan  pupuk  netral,  tidak  menyebabkan  tanah  menjadi  asam,  dan  urea  juga bersifat higroskopis. (Sumaryo, 1983)

Reaksi yang terjadi adalah :
2NH3    + CO2                   NH2COONH4
NH2COONH4                    NH2CONH2    +  NH3
CON2H4 bisa juga ditulis (NH2)2CO

Rumus kimia urea empiris terdiri dari 1  buah atom karbon, 1 atom Oksigen, 4 atom Hidrogen, dan 2 atom Nitrogen. Pemanfaatan urea sendiri banyak sebagai fertilizer atau pupuk.
Sekitar 90% urea industri digunakan sebagai pupuk kimia. Urea dalam bentuk butiran curah (prill) digunakan dalam pertanian sebagai pupuk kimia pemasok unsur nitrogen. Di tanah, urea akan terhidrolisis dan melepaskan ion amonium. Kandungan N pada urea adalah 46%, tetapi yang termanfaatkan oleh tanaman biasanya separuhnya.
Karena penting dalam pembangunan pertanian dan perikanan, pupuk Urea masih disubsidi oleh pemerintah. Di pasaran Indonesia, pupuk urea dipasarkan dalam dua bentuk: bersubsidi (berwarna merah muda, digunakan untuk bantuan pembangunan) dan tidak bersubsidi (berwarna putih, untuk dipasarkan secara komersial).
Pupuk urea dihasilkan sebagai produk samping pengolahan gas alam atau pembakaran batu bara. Karbon dioksida yang dihasilkan dari kegiatan industri tersebut lalu dicampur dengan amonia melalui proses Bosch-Meiser. Dalam suhu rendah, amonia cair dicampur dengan es kering (karbondioksida) menghasilkan amonium karbamat. Selanjutnya, amonium karbamat dicampur dengan air ditambah energi untuk menghasilkan urea dan air.
jika curah hujan tinggi dan strukur tanah yang lemah, disamping itu perlu diperhatikan sifat urea yang dapat berubah menjadi nitrat ini, karena hal ini memperbesar turunnya efisiensi urea. Untuk mengurangi sifat sifat yang merugikan dari urea diusahakan membungkus b Kekurangan urea bentuk prill ini adalah mudah menguap dan mudah larut sehingga unsur hara yang terkandung cepat menghilang.utiran urea dendan SCU (Sulfur Coated Urea ). (Madjid,M, 2010) Penanggulangan Kelebihan dan Kekurangan Kadar (NH4+)
Kelebihan kadar ammonium dapat ditanggulangi dengan beberapa cara :
1. Memanfaatkan enceng gondok. Enceng gondok dalam perairan dapat mengurangi kadar ammonium dalam air yaitu dengan cara berdasarkan umur dan lama kontak. Jika berdasarka umur yaitu dengan menggunakan enceng gondok yang tua dan muda dalam air. Tapi jika dengan lama kontak yaitu dengan lama waktu perlakuan yaitu dengan waktu 2 hari, 4 hari, 6 hari. Jadi dapat dilihat bagaimana penyerapan NH4+ selama 2 hari, 4  hari, 6 hari dan pengaruh penyerapan  NH4+ terhadap enceng gondok yang tua dan muda.
2. Menggunakan sistem pengolahan dengan cara adsorpsi. Sistem operasi yang dipergunakan adalah batch dan kontinyu. Sedangkan adsorbat (kontaminan) yang dipergunakan adalah limbah artifisial, yaitu larutan ammonium klorida. Pada sistem batch, terdapat empat variabel bebas yang divariasikan, yaitu : pertama, konsentrasi sorbat, terdiri dari 5 ppm, 10 ppm, 20 ppm, 40 ppm, 80 ppm, dan 100 ppm. Faktor yang kedua adalah waktu kontak, terdiri dari 2 jam, 4 jam, 6 jam, 24 jam, dan 48 jam. Sedangkan faktor yang ketiga yaitu perlakuan awal adsorben: dengan pemanasan dan penambahan asam. Faktor terakhir yaitu jenis adsorben yang digunakan: bentonit dan kaolin.
Sedangkan  kekurangan kadar ammonium dapat ditanggulangi dengan cara : Memperbanyak        kandungan            ammonia          dalam  air        karena  ammonia          dalam  air membentuk ammonium.
Pemberian pakan pada budidaya ikan bandeng sistem polikultur dengan ikan Mas, Nila dan Patin pemberian makan pokok ikan terdiri dari plankton yang ditumbuhkan dengan pemupukan urea dan SP-36. Dengan pupuk urea dan SP-36 ikan bandeng sistem polikultur dapat hidup dan berkembang menjadi siap dikonsumsi.
Dari penggunan urea dan SP-36 banyak dari sifat umum fosfor serupa dengan nitrogen, tetapi banyak pula perbedaan antara keduanya. Nitrogen memegang peranan sangat penting dalam daur organik dalam menghasilkan asam-asam amino yang membuat protein. Dalam daur nitrogen, tumbuh-tumbuhan menyerap nitrogen anorganik dalam salah satu bentuk gabungan atau sebagai nitrogen molekuler. Tumbuh-tumbahan yang bersifat terlihat mata maupun tak terlihat.Plankton yang terbentuk terdiri dari fitoplankton dan zooplankton hasil dari pemberian pupuk urea dan SP-36.
Waktu pemberian pupuk urea dan SP-36 yang efektif dan efisien adalah pada waktu hari cerah sinar matahari benderang, tidak dalam musim penghujan maupun mendung. Karena semua proses pembentukan pratein dari urea memerlukan penguraian dari sinar matahari.
Hasil dari tumbuh-tumbuhan baik berupa zooplankton menjadi protein yang kemudian dimakan hewan / ikan dan diubah menjadi protein hewan. Jaringan organik yang mati diurai oleh berbagai jenis bakteri, termasuk didalamnya bakteri pengikat nitrogen yang mengikat nitrogen molekuler menjadi bentuk-bentuk gabungan (NO2, NO3, NH4).
Nutrien adalah semua unsur dan senyawa yang dibutuhkan oleh tumbuh tumbuhan melalui proses fotosintesis dan berada dalam material organic. Nutrien sendiri dibagi menjadi 2 yaitu,
a.      Makronutrien adalah nutrient yang tersebar dilautan dan konsentrasinya melebihi 1 ppm dengan kata lain nutrient jenis ini melimpah dilautan. Contoh : C, N, P, O, Si, Mg, K, Na.
b.      Mikronutrien adalah nutrient yang tersebar dilaut dan konsentrasinya kurang dari 1 ppm dengan kata lain nutrient jenis ini penyebrannya terbatas atau sedikit dilaut. Contoh : Fe,Cu, Mn, Ze.
Apabila senyawa Fe yang dibutuhan oleh makhluk hidup berlebihan maka akan mengakibatkan blooming alga. Elemen makro esensial adalah C. Elemen mikro esensial adalaha N, P, Si. Fitoplankton mendapatkan nutrien dari air laut yang sudah mengandung nutrien yang cukup lengkap.
Namun pertumbuhan fitoplankton dengan kultur dapat mencapai optimum dengan mencampurkan air dengan nutrien yang tidak terkandung dalam air  tersebut. Nutrien tersebut dibagi menjadi makronutrien dan mikronutrien, makronutrien meliputi nitrat dan fosfat. Makronutrien yang berupa nitrat dan fospat merupakan pupuk dasar yang mempengaruhi pertumbuhan fitoplankton.
Nitrat adalah sumber nitrogen yang penting bagi fitoplankton baik di air laut maupun di air tawar. Bentuk kombinasi lain dari nitrogen seperti amonia, nitrit, dan senyawa organik dapat dapat digunakan apabila kekurangan nitrat. Mikronutrien organik merupakan kombinasi dari beberapa vitamin yang berbeda-beda. Vitamin tersebut antara lain B12, B1 dan Biotin. Mikronutrien tersebut digunakan fitoplankton untuk berfotosintesis Disamping cahaya, fitoplankton juga sangat tergantung dengan ketersediaan nutrisi untuk pertumbuhannya. Nutrisi-nutrisi ini terutama makronutrisi seperti nitrat, fosfat atau asam silikat, yang ketersediaannya diatur oleh kesetimbangan antara mekanisme yang disebut pompa biologis dan upwelling pada air bernutrisi tinggi dan dalam.
Jadi dari hasil pemupukan kolam pada pelaku utama dan usaha pada bandeng air tawar sistem polikultur bisa menggantikan fungsi pakan tambahan pada ikan. Pemberian pupuk urea dan Sp-36 yang meningkat bertambah perlu mendapatkan perhatian. Karena pemberian pupuk anorganik urea dan SP-36 akan berdampak merusak kesuburan tanah tanpa di imbangi dengan pemupukan dengan pupuk organik.
Apabila pemupukan organik dibiasakan adalah dengan pemberian pupuk dasar pada waktu pengeringan dan pengolahan dasar kolam, apabila diperlukan pemupukan tambahan bisa di pupuk dengan organik yang diisi pada karung dengan di gantung pada kolam.

1 comment:

  1. Mohon ijin admin , numpang iklan promosi yaa...

    Kami menjual aneka Kapur :
    - Kapur Aktif / Cao / Kalsium Oksida.
    - Kapur Padam / CaOH2 / Kalsium Hidroksida.
    - Kapur Tepung / CaCo3 /Kalsium Karbonat / Kapur pertanian /Kaptan .
    - Zeolite .
    - Bentonite .
    - Dolomite dll.

    Untuk informasi lebih lanjut Silahkan hubungi :

    Bpk Asep
    081281774186
    085793333234

    Silahkan simpan nomor dan hubungi jika sewaktu waktu membutuhkan.

    ReplyDelete