Pages

PEMELIHARAAN BENIH IKAN BLACK MOLY ( Poecilia sphenops )

Ikan hias Molly (Poecilia sphenops) berasal dari Meksiko, Florida, Virginia. Ikan ini bersifat omnivore. Ukuran tubuhnya relatif cukup besar, maksimal sekitar 12 cm. Hingga kini sudah banyak varietas yang beredar di pasaran dengan warna dan bentuk tubuh yang beragam akibat persilangan dan mutasi. Molly balon, misalnya, yang bertubuh seperti bola akan tampak sangat bagus seperti maskoki mini bila ukurannya sudah besar.
Di habitat aslinya, molly menghendaki suhu perairan 25 - 28° C dengan pH 8 dan kekerasan sekitar 14-20° dH. Namun, karena sudah lama dipelihara di daerah dengan pH netral (sekitar 7) maka saat ini tampaknya pembudidayaan di daerah ber-pH netral pun sudah tidak ada masalah. Hanya saja jenis ikan ini kurang toleransinya terhadap perubahan atau goncangan suhu yang tinggi. Ikan Molly (Poecilia sphenops).
A.   Klasifikasi
Klasifikasi ikan black molly secara lengkap adalah sebagai berikut :
    Phyllum           : Chordata
    Class               : Ostheichthyes
    Ordo                : Cyprinodontoidei
    Family             : Poecilidae
    Genus             : Poecilia
    Species           : Poecilia sphenops
B.   Morfologi
Bentuk tubuh black molly menyerupai ikan guppy karena masih satu keluarga yaitu Poecilidae. Panjang tubuhnya sekitar 5–7 cm. Tubuh black molly seluruhnya berwarna hitam mengkilap dari kepala hingga sirip ekor.
Sirip ekor berbentuk sabit dan sirip punggung menjuntai ke belakang hingga mencapai pangkal ekor. Black molly mempunyai daya tahan tubuh yang kuat terhadap kondisi lingkungan. Ikan ini dapat hidup pada perairan tawar, laut, dan payau.
Black molly mempunyai jenis yang berbeda-beda yaitu : black molly balloon, marble molly balloon, black molly line tile. Varietas yang terkenal adalah  black molly balloon. Ikan ini mempunyai bentuk tubuh yang unik. Ukurannya lebih pendek dari molly lainnya dan bentuknya yang membulat seperti kelereng.
II.  KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA
Sarana dan bahan yang diperlukan untuk memproduksi ikan Molly adalah :
1. Wadah pemeliharaan &  perlengkapan
- Akuarium ukuran (40 x 40 x 80) cm sebagai tempat pemeliharaan induk dan sekaligus tempat pemijahan dilengkapi dengan tempat penempelan telur berupa baki plastik yang diisi dengan batu, atau batang pohon pakis.
-  Akuarium ukuran (60 x 40 x 40) sebagai tempat penetasan telur
-  Instalasi aerasi berupa blower, selang aerasi dan batu aerasi
-  Peralatan lain seperti selang untuk mengganti air, scoope net dan alat-alat pembersih akuarium (sikat dll)
 2.  Pakan
-  “Blood worm” yang digunakan sebagai pakan induk
-   Cacing sutera (Tubifex sp) sebagai pakan ikan mulai umur ± 2 minggu sampai dewasa
-   Artemia, yang digunakan untuk pakan larva
III.  KEGIATAN OPERASIONAL PEMBENIHAN
Kegiatan pembenihan ikan Molly meliputi kegiatan pemeliharaan induk dan calon induk, kegiatan pemijahan serta perawatan larva.
1.  Kegiatan Pemeliharaan Induk
Perbedaan induk jantan dan betina ikan Molly dewasa yaitu sebagai berikut:
Induk jantan:
    Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal yang panjang.
    Tubuhnya ramping
    Warnanya lebih cerah.
    Sirip punggung lebih panjang.
    Kepalanya agak besar. Induk betina:
    Dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus.
    Tubuhnya gemuk
    Warnanya kurang cerah
    Sirip punggung biasa
    Kepalanya agak runcing
Induk jantan dan betina dipelihara dalam satu wadah ukuran (40 x 40 x 80) cm, yang dilengkapi dengan instalasi aerasi dengan pakan berupa “Blood Warm” yang diberikan dengan frekuensi 3 kali/hari secara ad-libitum. Pergantian air harus dilakukan setiap hari untuk membuang kotoran-kotoran yang terdapat di dasar akuarium dan menjaga kualitas media pemeliharaan.
 2. Kegiatan Pemijahan
Pemijahan dilakukan secara massal di dalam akuarium yang sekaligus sebagai tempat pemeliharaan induk.  Perbandingan induk betina dan jantan adalah 3 : 1.
Memijahkan Ikan molly hampir sama dengan Ikan Guppy. Hanya saja hasilnya akan lebih bagus bila kondisi airnya agak keras. Untuk itu, penambahan garam dapur sekitar satu sendok makan per tiga liter air akan membantu memperbanyak produksi anakan molly. Selain itu, kecukupan sinar matahari merupakan syarat agar berhasil membudidayakan molly. Molly akan menjadi induk setelah berumur lima bulan. Ukuran jualnya sekitar 2,5-3,0 cm yang dapat dicapai dalam waktu 3-4 bulan. Teknik Pemijahan Ikan Molly
    Persiapan wadah pemijahan berupa bak plastik atau akuarium
    penambahan garam dapur sekitar satu sendok makan per 8 liter air
    Tempatkan wadah pemijahan ditempat yang jauh dari keramaian
    Penambahan Tanaman Air untuk perangsang
        Induk dimasukkan ke dalam tempat pemijahan dengan perbandingan 1 : 3 (1 induk jantan : 3 induk betina).
        Proses pemijahan ditandai dengan kejar–kejaran yang dilakukan induk jantan terhadap induk betina sambil menyerempetkan badannya. Ini berlangsung selama 4–7 hari.
        Setelah seminggu, benih tampak berkumpul diantara tanaman air atau berenang di pinggiran bak.
        Setelah itu dapat dipisahkan dari induknya dan dipindahkan ke kolam pendederan.
3.  Perawatan Benih Ikan Molly
    Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan, karena masih mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4 - 5 hari anak ikan baru dapat diberi makanan berupa kutu air yang sudah disaring atau telur yang telah direbus dan dihancurkan.
    Setelah mencapai ukuran medium (2 - 3 cm) dapat diberikan makanan cacing sutera, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5 - 7 cm) dapat diberikan makanan berupa cuk (jentik nyamuk) sampai pada ukuran komersial yang diinginkan.
    Disamping makanan alami dapat pula diberi makanan tambahan berupa cacing kering, agar-agar dll.
    Pemberian makanan sebaiknya 2 kali sehari dan hendaknya jangan berlebihan, karena dapat menyebabkan pembusukan yang dapat merusak kualitas air.
    Pergantian air. Air dalam bak atau aquarium jangan sampai kotor/keruh, karena dapat menyebabkan kematian anak ikan. Kotoran dapat dibersihkan setiap 2 - 3 hari sekali dengan cara disiphon, air yang terbuang pada waktu penyiphonan sebanyak 10 - 20% dapat diganti dengan air yang baru. 4.  Kegiatan Penanganan Hama dan Penyakit pada Ikan Molly
Untuk menjaga kesehatan ikan, kita bisa mencampuri air dengan air rebusan daun ketapang dan garam yang telah diendapkan dengan jumlah secukupnya. Perlu diingat bahwa akuarium yang lebih besar akan lebih baik pula bagi pertumbuhan ikan molly. Penyakit yang banyak menyerang ikan Molly banyak berasal dari non-parasiter yang bersumber dari lingkungan terutama adalah makanan. Makanan yang tidak dibersihkan akan mengundang berbagai macam penyakit. Oleh karena itu makanan yang diberikan harus dicuci dulu agar bersih baru diberikan. Pemberian pakan yang berlebihan dan tidak sesuai akan mengakibatkan adanya gejala kekurangan oksigen dan keracunan.
5.  Kegiatan Pemanenan Benih
    Setelah ± 3 bulan atau sudah berukuran antara 12-14 cm, ikan Molly siap dipanen. Sistem panen yang digunakan bisa dengan panen total atau panen sebagian tergantung permintaan pasar. Untuk panen total, semua ikan Molly semua ukuran diangkut,. Utuk panen partial/panen sebagian disesuaikan dengan ukuran permintaan pasar dan yang belum masuk ukuran dipelihara kembali (sistem sortir/grading).
IV. KEGIATAN PEMASARAN & TRANSPORTASI BENIH
            Permintaan ikan hias Molly masih banyak pangsa pasarnya baik untuk pangsa pasar lokal dan ekspor. Untuk memasarkan ikan hias Molly bisa langsung ke konsumen atau menggunakan jasa pengepul (pengumpul) yang biasanya sudah mempunyai jaringan yang luas dan ada juga pembeli yang datang langsung ke pembudidaya. Untuk pengemasan bisa dengan menggunakan styrofoam penahan panas atau kantong plastik disesuaikan dengan jarak angkut pengiriman. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemasaran dan transportasi ikan hias Molly yaitu antara lain:
    Lakukan pemberokan (mempuasakan) ikan sebelum ikan Molly ditransportasikan
    Lakukan sortasi.grading ukuran secara hati-hati untuk menghindarkan stress pada ikan Molly
    Lakukan penangkapan ikan secara hati-hati, gunakan jaring/lambit/scoopnet sesuai ukuran ikan
    Transportasikan hanya ikan Molly yang dalam keadaan sehat
    Gunakan oksigen atau aerasi jika diperlukan selama transportasi    Kepadatan benih dalam satu kantong plastik disesuaikan dengan ukuran ikan, suhu air media, lamanya pengangkutan, dan kondisi media jalan
    Gunakan bahan anestesi untuk mengurangi CO2 dan NH3 untuk tranportasi jarak jauh
DAFTAR PUSTAKA
 http://www.alamikan.com/2014/05/cara-pembenihan-budidaya-ikan-molly.html
http://1001budidaya.com/budidaya-ikan-molly/
Baca SelengkapnyaPEMELIHARAAN BENIH IKAN BLACK MOLY ( Poecilia sphenops )

PEMBENIHAN IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata blkr)



Ikan betutu pada saat ini makin popular dan sudah banyak dihidangkan sebagai menu masakan di rumah makan, restoran dan hotel-hotel mewah. Ikan betutu yang dihidangkan sebagian besar masih merupakan hasil tangkapan dari alam bebas dan masih sangat sedikit yang berasal dari hasil budidaya. Saat ini ikan betutu yang hidup di alam semakin berkurang dan semakin sulit untuk didapatkan sehingga perlu adanya kegiatan usaha untuk budidaya spesies ikan tersebut sebagai solusi untuk mencegah kepunahan. Di beberapa daerah ikan betutu sudah mulai dibudidayakan seperti jawa barat, jawa tengah, Kalimantan dan sumatera. Namun hasil budidadaya diderah tersebut belum mencukupi kebutuhan pasar.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diatas maka perlu diketahui ciri-ciri induk ikan betutu yang ideal untuk calon induk, vekunditas telur serta tingkat kelangsungan hidup (SR).
A. Klasifikasi Dan Morfologi
            Ikan betutu mempunyai kemiripan dengan ikan gabus baik bentuk maupun sifatnya. Oleh karena itu ikan betutu masuk dalam golongan goboidae (satu family dengan ikan gabus). Klasifikasi ikan betutu menurut Axelrod (1951) adalah sebagai berikut:
Phylum                 : Chordata
Sub-Phylum       : Craniata
Super-Class        : Gnatostomata
Class                      : Osteichthyes
Super-Ordo        : Teleostei
Ordo                      : Percomorphodei
Sub-Ordo            : Gobiformes
Familia                  : Eleotridae
Genus                   : Oxyeleotris
Spesies                 : Oxyeleotris marmorata blkr.
Tanda-tanda atau ciri-ciri morfologi spesifik yang dimiliki oleh ikan betutu (Oxyeleotris marmorata) adalah sebagai berikut:
    bentuk badan bulat dan panjang seperti torpedo
    badan bagian depan bundar dan bagoian belakang agak pipih
    kepala rendah, mata besar ayng dapat bergerak, dan mulut lebar
    perut luas dan sirip punggung terdiri atas dua bagian
    sisik sangat kecil, halus dan lembut sehingga tampak hampir tidak bersisik
    warna badan kekunng-kuningan-kuningan dengan bercak-bercak hitam keabu-abuhan seperti di batik
    bagian ventral berwarna putih
    panjang maksimum 50 cm dan dapat mencapai berat 7 kg/ekor.

B. Habitat
            Ikan betutu di alam aslinya hidup di air tawar, seperti di sungai-sungai, rawa-rawa, telaga, danau dan waduk. Ikan betutu yang masih kecil lebih senang pada perairan yang dangkal, sedangkan yang sudah besar lebih senang tinggal di daerah yang arusnya tidak terlalu deras dan banyak di tumbuhi tumbuh-tumbuhan air seperti Enceng Gondok, Kayu Apu, Ganggeng dan Kangkung. Ikan betutu juga banyak dijumpai di perairan-perairan yang memiliki derajat keasaman (pH) air yang agak rendah (5,5-6,5). Meskipun ia tidak menolak tinggal  di air netral dengan pH 7-7,5. ikan betutu dapat hidup dengan baik pada temperature air berkisar antara 190C-290C bahkan dapat beradaptasi dengan baik sampai suhu 300C. berbeda dengan ikan-ikan lainnya ikan betutu ini sangat tahan terhadap kadar amoniak H2S, dan kadar CO2 yang cukup tinggi. Hal ini sangat menguntungkan  dalam usaha budidaya terutama pembesaran.
C. Kebiasaan makan
            Ikan betutu sangat menyukai jenis pakan hidup carnivore dan dapat memburu mangsanya jika keadaan memaksanya. Ikan betutu juga termasuk ikan yang kanibal apabila dalam keadaan lapar jenisnya sendiri juga dimakan yang ukurannya lebih kecil.
            Makanan ikan betutu terdiri atas ikan-ikan rucah, udang liar air tawar, cacing, dan oranisme lain yang lebih kecil. Ikan betutu juga dapat diberi pakan dari bahan ikan yang yangsudah mati, namun jika masih ada pakan uyang hidup ikan betutu lebih menyulainya. Ikan betutu tidak akan keluar untuk mencari makan jika jika belum lapar benar.
Makanan utama larva ikan betutu adalah plankton seperti rotifera dan mikro plankton lainnyasetelah berumur beberapa hari ikan betutu lebih menyukai pakan dari zooplankton seperti Moina Sp Daphnia Dan Bosmina. setelah berukuran 3-7 cm ikan betutu sudah mulai  makan artemia, larva chironomit dan cacing sutra.
D. Perawatan induk
            Induk ikan betutu yang akan dipijahkan harus diseleksi terlebih dahulu untuk mendapatkan induk ikan yang berkualitas baik dan memiliki produktifitas yang tinggi, karena induk ikan yang berkualitas akan menghasilkan keturunan tinggi pula.
            Ikan betutu yang belum matang kelamin sangat sulit untuk dibedakan jenis kelaminnya. Perbedaan jantan dan betina ikan betutu hanya dapat dibedakan ketika ikan tersebut telah matang gonad dengan melihat ciri-cirinya.
            Induk betina ikan betutu yang matang gonad memiliki ciri-ciri sebagai berikut
1.      badan berwarna lebih gelap dan bercak-bercak hitamnya pekat.
2.      perut membesar kearah anus dan bila dirabah akan terasah lunak.
3.      Papilla urogenitalnya berwarna merah cerah berupa tonjolan memanjang dan lebih melebar serta membulat.
4.      Gerakannya menjadi lebih lamban
5.      Sehat dan tidak cacat.
            Sedangkan induk jantan yang matang gonad adalah sebagai berikut.
1.      Badannya berwarna lebih terang dan bercak-bercak hitamnya lebih terang bila dibandingkan dengan yang betina.
2.      Badan dan peru ramping
3.      Papilla urogenitalnyanya berbentuk segitiga pipih dan kecil serta berwarna kemerah-merahan.
4.      Sehat, tidak cacat.
            Induk ikan betutu yang siap dipijahkan berukuran 250-500g dan panjang badan antara 30-40 cm. calon induk ikan betutu dapatr dipilih dari kolam pembesaran, kemudian dipelihara secara tersendiri selama 30 hari dan diberi pakan yang cukup dengan kandungan protein menimal 47%.
            Induk ikan betutu yang akan dipijahkan harus diberokkan terlebih dahulu (induk jantan dan betina dipelihara secara berpisah). Setiap hari induk-induk tersebut diberi pakan alami berupa ikan-ikan kecil, udang air tawar dan cacing. Air didalam bak pemeliharaan induk harus diganti sesering mungkin atau dialiri secara terus-menerus. Dosis pemberian pakan 10% dari berat badan /hari.
E. Pemijahan
            Pemijahan pada ikan betutu dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pemijahan alami dan pemijahan buatan.
1.      pemijahan alami
            Kolam  yang akan digunakan untuk pemijahan alami harus dibersihkan dan dikeringkan dibawah sinar matahari hingga benar-benar kering. Biasanya pengeringan dasar kolam tanah memerluhkan waktu 5-7 hari, sedangkan kolam beton 2-3 hari. Setelah kering asar kolam diberi tempat (substrak untuk menempelnya telur). Substrak penempelan telur bisa terbuat dari asbes dengan ukuran 40 x 40 cm yang dibentuk prisma ataupun potongan paralon dengan diameter 5 inci atau tempayan yang besar.
            Perbandingan induk jantan dan betina (sex ratio) 1:1. setiap kolam 1 m2 idealnya dipakai untuk memijahkan 1-2 pasang induk. Penambahan oksigen pada kolam pemijahan dapat dialakukan dengan pemberian aerasi dengan menggunakan blower. Induk-induk ikan betutu yang telah matang gonad biasanya akan memijah setelah 1-3 hari.
2.      Pemijahan buatan
            Bahan yang digunakan untuk prmijahan buatan adalah ekstrak hipifisa dari ikan donor yang biasanya menggunakan ikan mas atau ikan karper. cara yang lebih praktis untuk pemijahan adalah dengan menggunakan hormone hcg (human chorionic gonadotrophi). pelaksanaan pemijahan buatan pada ikan betutu sama seperti kawin suntik yang dialakukan pada ikan lele dan ikan-ikan lainnya. perbandingan ikan donor dengan resipien untuk induk betutu betina adalah 1:2 artinya setiap bagian berat induk ikan betutu membutuhkan 2 bagian berat ikan donor.  sedangkan perbandingan donor dan rsipien untuk ikan jantan adalah 1:1. penyuntikan ekstrayt hipofisa dilakukan pada indra muscular pada bagioan antara giurat sisi dengan sirip punggung kearah pangkal ekor. untuk induk betina penyunyikan dilakukan 2 kali dengan selang waktu antara penyuntikan pertam dan kedua adalah 3-5 jam. disis penynutikan pertama dan penyuntikan kedua masing-masing 50 % dari ekstrak hipofisa.  
            Pada pemijahan buatan dentan hormone hcg dosis penyuntikan pertam untuk induk betina adalah 4-5 iu per gram berat badan. Jika menggunakan Ovaprim  dosis penyuntikan pertam untuk induk betina 0,5 cc untuk tiap kg berat tubuh. Penyuntikan kedua dilakukan setelah 3-5 jam dari penyuntikan pertama dengan dosis ½ dari penyuntikan pertama.
            Pemijahan ikan betutu dengan kawin suntik sangat sulit untuk dilakukan tindakan stripping karena sifat telurnya disemprotkan oleh induk betina dan dilekatkan pada substrak. Pengambilan sperma induk jantan juga sulit untuk dilakukan stripping karena harus dialkukan pembedahan. Oleh karena itu setelah  dilakukan penyuntikan induk betina dan induk jantan sebaiknya langsung dimasukkan ke dalam kolam atau bak pemijahan yang telah dilengakapi dengan alat untuk penempelan telur dan dibiarkan memijah sendiri.
            Selama proses pemijahan, pengontrolan alat penempelan telur harus dilakukan setiap hari. Biasanya dua hari setelah penyuntikan induk-induk akan memijah dan telur-telurnya akan terlihat memenuhi permukaan substrak. Warna telur ikan betutu yang adalah keabu-abuan. Seekor induk ikan betutu dengan ukuran 300-500 gram dapat menghasilkan telur 20.000- 40.000 butir.
F. Vekunditas ikan betutu
            Ikan betutu yang hidup di alam bebas memiliki periode pemijahan yang relatif pendek dengan frekuensi lebih dari satu kali dalam setahun, yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Ikan betutu tidak melakukan pemijahan sendiri-sendiri, tetapi secara berkelompok. Ikan jantan dan betina ynag sudah matang kelamin bersama-sama bermigrasi ke daerah-daerah yang banyak ditumbuhi tumbuh-tumbuhan airberdaun atau berbatang halus sebagai persiapan untuk meletakkan telur-telurnya. Di tempat tempat tersebut, ikan betutu melakukan pemijahan dan bertelur.
            Telur ikan betutu bersifat menempel pada substrak yang ada di dalam air, seperti batu, kayu, asbes  dan benda-benda lain. Telur ikan betutu akan menetas dalam waktu 7 hari pada suhu 240C, 5 hari pada suhu 26,50C dan pada suhu 280C akan menetas dalam waktu 2-3 hari. Pemijahan ikan betutu dengan system hipofisasi dapat menetas 90% pada suhu 260C-280C.
            Seekor ikan betutu dengan berat Menurut Tavarutmanegul (1988) ikan betutu produktif pada ukuran 250-500 gram/ekor dengan fekunditas 24.000 butir telur. Sedangkan Widiyati (1992) melakukan uji coba memijahkan ikan betutu dan memperoleh hasil ikan betutu dengan ukuran 400g yang diberi pakan buatan dengan kandungan protein 47% selama 3 bulan akan memiliki fekunditas 40.000 butir telur.
G. Penetasan dan perawatan telur
            Telur yang telah dibuahi dapat ditetaskan didalam akuarium dengan kap[asitas 40 liter. Akuarium yang digunakan untuk penetasan telur diberi aerasi yang tidak terlalu besar. Penetasan tekur dapat juga dilakukan didalam bak beton dengan ukuran 1,5 x 1,5 x 1 m. penetasan dilakukan dengan cara memindahkan substrak tempat telur-telur menempel kedalam akuarium atau bak penetasan yang telah dibersihkan terlebih dahulu. Selama proses penetasan telur sesering mungkin dilakukan sirkulasi air dalam bak penetasan. Jika memungkinkan air dapat dialirkan secara terus-menerus. Selama proses penetasan usahakan suhu air stabil pada suhu 260C-280C. larva ikan betutu yang baru menetas berukuran rata-rata 3mm dengan berat 0,2 mg.
H. Perawatan dan pemeliharaan larva
            Larva ikan betutu yang baru menetas dapat dipindahkan kedalam bak pemeliharaan atau dapat juga dibiarekan didalam bak penetasan selama beberapa waktu sdamp[ai kuat untuk dipindahkan. Jika di biarkan didalam bak penetasan sisa-sisa telur ysngtidak menetas dan kotoran-kotoran lain dibuang dengan cara disifon dengan menggunakan selang sifon. Larva ikan betutu yang bartu menetas belum memerlukan pakan tambahan karena masih memiliki kandungan kuning telur (yolk shell). Persediaan makanan tersebut akan habis setelah 3-4 hari sejak penetasan. Oleh karena itu pada hari ke 4 larva ikan betutu sudah mulai  diberi pakan tambahan berupa kenung telur ayam yamg telah direbus kemudian dicampurkan dengan air hingga larut semua.
            Penyiponan bak atau akuarium pemeliharaan dilakukan 4 kali sehari pergantian air sebanyak 35 % dilakukan setiap hari. Dosis pakan yang diberikan (kuning telur) sebanyak 1 butir perhari/bak atau akuarium. Selain pakan tambahan ikan betutu juga dapat diberi pakan alami seperti Clorella, Moina, Rotifera dan Sufosutoria sp. Setelah larva berumur 15 - 20 hari baru diberi kultur Daphnia san Artemia. Pada saat ikan mencapai ukuran 3 - 5 cm dapat diberi cacing sutra atau tepung ikan. Selama pemeliharaan larva suhu harus dipertahankan antara 270C - 280C, keasaman (pH) air antara 7 - 7,2 dan pergantian air dilakukan setiap hari.
Baca SelengkapnyaPEMBENIHAN IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata blkr)