Sunday, November 8, 2015

OPTIMALISASI PEMANFAATAN ANTIOKSIDAN PADA Caulerpa sp (LATOH) DENGAN TEKNIK PEMBUATAN PERMEN JELLY

November 08, 2015 Posted by Media Penyuluhan Perikanan Pati 1 comment
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kondisi lingkungan yang buruk  seperti polusi udara, asap rokok, sinar ultra violet yang diproduksi sinar matahari, pestisida dan pencemaran lain di dalam makanan kita dapat berbahaya dan berakibat fatal. Salah satu akibat dari kondisi lingkungan yang buruk tersebut adalah dengan meningkatnya stres oksidatif pada manusia. Stres oksidatif terjadi karena keberadaan radikal bebas yang terdapat dalam tubuh manusia.
Radikal bebas pada manusia dapat diatasi dengan antioksidan. Ketidakseimbangan radikal bebas (redox homeostasis) terjadi karena pembentukan radikal bebas dengan sistem scavenging (antioksidan) menghasilkan suatu keadaan yang disebut stres oksidatif. Stres oksidatif dapat mengakibatkan kerusakan sel atau sel dapat bertoleransi terhadap stres oksidatif yang bersifat ringan melalui pengaturan kembali sintesis antioksidan (Tedjapranata, 2008).  Antioksidan juga dapat didefinisikan sebagai setiap senyawa yang jika ada dalam jumlah yang lebih sedikit mampu menghambat senyawa-senyawa yang mudah teroksidasi (Halliwel & Gutteridge, 1989).
Manusia membutuhkan antioksidan yang berasal dari luar tubuhnya untuk menangkal efek negatif dari radikal bebas. Dewasa ini telah banyak digunakan antioksidan untuk kepentingan kesehatan manusia, baik sintetis maupun alami. Ketakutan efek toksik serta sifat karsinogenik dari antioksidan sintetik menyebabkan antioksidan alami lebih banyak diminati oleh konsumen (Matanjun et. al, 2008).
Caulerpa sp. (latoh) adalah salah satu contoh ganggang laut yang dapat dikonsumsi. Cita rasa yang dimiliki sangat khas. Masyarakat Rembang mengkonsumsi tumbuhan tersebut ranpa dimasak, tetapi disajikan dalam bentuk ”trancam”. Kandungan rumput laut umumnya adalah mineral esensial (besi, iodin, aluminum, mangan, calsium, nitrogen dapat larut, phosphor, sulfur, khlor. silicon, rubidium, strontium, barium, titanium, cobalt, boron, copper, kalium, dan unsur-unsur lainnya), asam nukleat, asam amino, protein, mineral, trace elements, tepung, gula dan vitamin A, D, C, D E, dan K.
Kandungan gizi yang terdapat pada rumput laut sangat kompleks, seperti kandungan kalsium dan vitamin D, kalsium dapat terserap dengan baik jika ada vitamin D. adanya kandungan  iodin pada rumput laut juga  sangat bermanfaat bagi tubuh. Dengan menggunakan panganan yang berasal dari rumput laut yang mengandung yodium akan  membantu  mengurangi resiko terjadinya GAKY (gangguan akibat kekurangan yodium) yang merupakan salah satu dari 4 masalah gizi terbesar di Indonesia. Yodium bermanfaat untuk perkembangan syaraf dan pembentukan sel otak terutama pada anak-anak. Kekuarangan  yodium akan mengakibatkan gangguan pada kesehatan terutama pada kecerdasan anak dan perkembangan anak, kekurangan yodium juga akan berdampak gangguan pada perkembangan janin pada ibu hamil, keguguran, dan  kematian  janin pada kandungan
- See more at: http://sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Aktivitas/Jelajah-Gizi/URAP-LATOH-MAKANAN-KHAS-PESISIR-LASEM-PEMBASMI-3-MASALAH-GIZI-TERBESAR-DI-INDONESIA#sthash.6DMjVDLH.dpuf
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menguji aktivitas antioksidan spesies Caulerpa sp. Penelitian-penelitian tersebut dilakukan di perairan Mediterania (Cavas dan Yurdakoc, 2005) dan Malaysia (Chew et. al, 2006; Matanjun et al, 2008) dengan hasil bahwa ternyata Caulerpa sp. ternyata cukup berpotensi untuk digunakan sebagai sumber antioksidan alami. Pengujian status antioksidan dilakukan secara enzimatis maupun secara kimiawi.
Antioksidan yang digunakan dalam pengolahan pangan harus memenuhi syarat-syarat: dapat larut dalam lemak ; tidak memberikan bau; rasa maupun warna pada makanan; harus efektif paling tidak satu tahun pada suhu kamar (250-300 C); harus stabil terhadap suhu pengolahan dan melindungi produk (carry through effect), harus mudah bercampur; harus efektif pada konsentrasi rendah (Santosa, 2006).
Pengolahan Caulerpa sp. sebagai bahan campuran pembuatan permen jelly dengan bahan dasar Euchema sp. merupakan salah satu upaya yang dilakukan agar pemanfaatan kandungan antioksidan dalam Caulerpa sp. tetap terjaga meskipun telah melalui berbagai proses pengolahan.
B. Masalah
Bagaimana cara mengolah Caulerpa sp ( latoh ) menjadi makanan yang lebih disukai masyarakat dengan  tetap memperhatikan kandungan antioksidan di dalamnya?
Latoh adalah sejenis rumput laut dengan nama lainnya adalah Caulerpa dari kelompok Chlorophyceae (alga hijau). Jenis rumput laut ini dikenal sebagai lalapan, salad atau sayuran yang sangat diminati oleh masyarakat dalam negeri maupun luar negeri. Seperti Jepang, Korea, China, dan beberapa negara Eropa.
Beberapa spesies terutama Caulerpa lentillifera dan C. racemosa biasa dimakan dan disebut dengan nama "kaviar hijau", atau "anggur laut", namun di Natuna Caulerpa lentillifera di sebut dengan Latoh Miyang (Miyang artinya gatal) dan C. racemosa adalah Latoh Dees (Dees artinya pedas). Keduanya memang memiliki rasa yang pedas, namun menurut masyarakat Natuna Latoh yang paling enak adalah Latoh Miyang, karena selain biji buah lebih kecil begitu juga batangnya, akan tetapi rasanya juga lebih enak dari Latoh Dees karena tidak terlalu pedas.
Caulerpa Racemosa
Caulerpa Lentillifera
Latoh atau anggur laut biasa dimakan dalam masakan Indonesia, biasanya Latoh di makan dalam keadaan segar bisa di buat lalapan, salad ataupun sayuran lainnya. Di negara Malaisya bagian Sabah biasa menyebutnya Latok dan Filipina menyebutnya dengan Lato.
Untuk Latoh jenis Caulerpa Lentillifera sangat di minati di beberapa negara Asia seperti Jepang, Korea dan China. Pasar ekspor Caulerpa saat ini cukup terbuka meski di beberapa negara seperti Jepang sudah mengembangkan budidayanya. Rumput laut yang juga dikenal sebagai lawi-lawi atau latoh ini masuk dalam kategori tumbuhan tingkat rendah yang hidup dengan menempel pada substrat pasir.
Caulerpa, selain sebagai konsumsi juga digunakan sebagai obat pada beberapa jenis penyakit. Hal ini karena Caulerpa mengandung zat antibakteri, antimikroba, antijamur, serta zat bioaktif untuk penyakit tekanan darah tinggi dan tumor.
Kandungan klorofil (zat hijau daun) rumput laut ini bersifat antikarsinogenik. Juga kandungan serat, selenium, dan seng yang tinggi pada rumput laut ini bisa mereduksi (mengurangi) estrogen (jenis hormon).
Disinyalir bahwa level estrogen yang terlalu tinggi bisa mendorong timbulnya kanker. Selain itu Caulerpa juga digunakan dalam penggunaan di akuarium untuk ikan hias yang berasal dari laut, sebagai hiasan yang bisa menstabilkan kualitas air dalam akuarium.
Untuk ciri-cirinya, berwarna hijau dengan thallus (cabang) berbentuk lembaran, batangan, dan bulatan. Selain itu memiliki tekstur lunak keras dan siphonous. Dengan rumpun berbentuk percabangan dari yang sederhana sampai yang kompleks sebagai representatif dari akar, batang, dan daun yang menjalar.
Sedangkan dalam perkembangbiakannya, terjadi dengan perkawinan gamet, spora, dan fragmentasi thallus atau vegetatif.
Untuk makanan olahan Latoh segar baik lalapan ataupun salad silahkan juga baca:
1. Tujuan umum :
Secara garis besar penelitian ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi keanekaragaman hayati dari laut. Berbagai manfaat yang terkandung dalam tumbuhan laut perlu dimaksimalkan untuk mendukung kualitas hidup manusia.
a. Mengetahui kadar air, gula total, serat kasar, dan zat anti oksidan pada permen jelly Caulerpa sp ( latoh ).
b. Mengolah Caulerpa sp ( latoh ) menjadi makanan yang lebih digemari masyarakat.
c. Membandingkan kadar antioksidan Caulerpa sp ( latoh ) sebelum dan sesudah diolah menjadi permen jelly.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat teoritis
   Secara teoritis, dari penelitian ini kita dapat :
a. Mengetahui cara pengujian kandungan anti oksidan pada Caulerpa sp ( latoh ).
b. Mengetahui manfaat anti oksidan
c. Mengetahui mekanisme kerja anti oksidan dalam melawan sel kanker.
d. Mengetahui mekanisme pengawetan makanan dengan cara penggulaan
2. Manfaat praktis :
a. Manfaat bagi masyarakat umum : mendapatkan makanan baru sebagai sumber anti oksidan yang murah dan digemari.
b. Industri makanan : mendapatkan koleksi baru makanan sehat dan siap saji yang siap beredar.
Oleh :
Sigit Harya Hutama

1 comment: