Sunday, February 1, 2015

Fungsi dan Manfaat Pakan Ikan (pellet) Tambahan

February 01, 2015 Posted by Media Penyuluhan Perikanan Pati 1 comment
Pakan adalah makanan atau asupan yang diberikan kepada hewan ternak atau peliharaan. Istilah ini diadopsi dari bahasa Jawa. Pakan merupakan sumber energi dan materi bagi pertumbuhan dan kehidupan makhluk hidup. Pakan Buatan adalah pakan yang dibuat dengan formulasi tertentu berdasarkan pertimbangan pembuatnya. Pembuatan pakan buatan sebaiknya didasarkan pada pertimbangan kebutuhan nutrisi atau gizi hewan ternak atau peliharaan yang bersangkutan, sumber dan kualitas bahan baku, serta nilai ekonomis. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, diharapkan pakan buatan yang dihasilkan (pakan ikan), dapat memiliki standar mutu tinggi dengan biaya murah.
Dalam melakukan kegiatan budidaya ikan secara intensif, pakan buatan merupakan faktor terpenting untuk menunjang keberhasilan agribisnis budidaya tersebut. Selain itu, pakan buatan berfungsi sebagai sumber energi utama bagi perkembangan maupun pertumbuhan ikan budidaya. Berdasarkan tingkat kebutuhan maupun urgensi pemberiannya, pakan buatan dalam agribisnis perikanan dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu: (1) pakan tambahan, (2) pakan suplemen, (3) pakan utama.
Pakan tambahan adalah pakan yang dibuat atau diberikan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan terhadap tambahan pakan. Dalam agribisnis perikanan, hal ini biasanya terjadi pada kegiatan budidaya ikan secara tradisional atau semiintensif. Pakan tambahan ini diberikan dengan asumsi bahwa ikan budidaya sudah mendapatkan pakan dari alam, tetapi jumlahnya belum memenuhi kebutuhan baik untuk perkembangan maupun pertumbuhan yang lebih baik. Sementara itu pakan suplemen adalah pakan yang dibuat serta diberikan dengan tujuan untuk memenuhi komponen nutrisi tertentu yang sedikit disediakan atau bahkan tidak bisa disediakan sama sekali oleh pakan lain. Pakan suplemen ini banyak diberikanan pada budidaya ikan hias. Untuk memenuhi standar tertentu dari tujuan budidaya ikan hias, misal warna, bentuk, atau ukuran, maka ikan budidaya harus diberi suplemen tertentu dalam jumlah cukup. Sedangkan pakan utama adalah pakan yang dibuat untuk menggantikan sebagian besar atau keseluruhan pakan alami. Pakan utama ini biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan ikan terhadap pakan pada sistem budidaya ikan secara intensif. Penebaran ikan dengan populasi tinggi pada budidaya ikan secara intensif mengakibatkan kebutuhan terhadap nutrisi mutlak harus bergantung dari pemberian pakan utama ini. Karena jumlah pakan alami sama sekali tidak mencukupi kebutuhan ikan untuk menopang pertumbuhannya.
Agar pakan buatan yang diberikan dapat mendukung serta mengoptimalkan perkembangan maupun pertumbuhan ikan budidaya, sebaiknya pembuatan pakan ini harus berorientasi menghasilkan pakan ikan berkualitas, yaitu pakan yang disukai, mudah dicerna, serta dapat memenuhi standar kebutuhan nutrisi ikan. Untuk menghasilkan pakan ikan berkualitas tersebut, dibutuhkan komponen bahan baku berkualitas pula. Komponen utama bahan baku pembuatan pakan ikan dikelompokkan menjadi dua kelompok utama, yaitu komponen penghasil energi (terdiri dari protein, lemak, karbohidrat), dan komponen bukan penghasil energi (terdiri dari vitamin, mineral).
FUNGSI PAKAN IKAN
Fungsi utama pakan ikan adalah untuk menghasilkan energi dimana energi ini digunakan untuk menopang pertumbuhan maupun perkembangan ikan. Pakan tersebut bisa diperoleh dari pakan alami maupun pakan buatan. Secara umum, ikan memanfaatkan protein sebagai sumber energi utama, oleh karena itu, komponen utama yang harus tersedia saat membuat pakan buatan adalah protein. Namun demikian, pakan ikan tidak hanya berfungsi sebagai penghasil energi, sehingga ketersediaan komponen lain dalam pembuatan pakan ikan juga sangat penting. Beberapa fungsi penting pakan ikan untuk menopang pertumbuhan dan perkembangan ikan antara lain:
. Fungsi Pakan Ikan Sebagai Pengobatan
Pada dasarnya, ikan dengan kecukupan nutrisi dari pakan ikan dengan kualitas maupun kuantitas memadai akan tumbuh lebih baik serta tidak mudah terserang penyakit. Pakan ikan akan membantu terciptanya sistem ketahanan tubuh. Sistem ketahanan tubuh tersebut akan menciptakan imunitas atau kekebalan terhadap serangan penyakit, serta sangat dipengaruhi oleh sistem hormonal. Sementara mekanisme sistem hormonal sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan ikan yang dikonsumsi. Dengan demikian, apabila pakan ikan berkualitas baik, maka sistem hormonal juga akan berjalan baik maka dengan sendirinya akan terbentuk sistem ketahanan tubuh yang baik pula.
B. Fungsi Pakan Ikan Untuk Membentuk Warna Tubuh
Salah satu fungsi pakan bagi ikan adalah sebagai pembentuk warna tubuh atau pigmen. Biasanya fungsi pakan ikan tersebut terkandung dalam pakan buatan serta dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya ikan hias. Pakan buatan yang digunakan untuk membentuk warna tubuh pada ikan jika dilihat dari komponen bahan penyusunnya tidak beda jauh dengan pakan buatan lainnya, hanya pada pakan buatan ditambahkan pigmen atau penghasil warna.

Secara fisik pakan buatan yang diperkaya dengan pigmen mudah dibedakan dengan pakan buatan biasa, karena pakan buatan kaya akan pigmen biasanya memiliki warna khas, seperti merah atau hijau. Selain itu, keterangan yang menyebutkan adanya tambahan pigmen biasanya juga tertera pada kemasan. Ikan yang diberi nutrisi berkandungan pigmen secara proporsional akan memiliki warna tubuh lebih cemerlang serta lebih tajam.
C. Fungsi Pakan Ikan Untuk Meningkatkan Cita Rasa
Cita rasa sangat mempengaruhi selera konsumen. Ikan bercita rasa buruk atau kurang enak biasanya tidak disukai konsumen. Cita rasa daging ikan ini sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan ikan yang dimakan. Ikan selain mendapatkan pakan dari pemberian pakan tambahan, juga mendapatkan pakan dari pakan alami. Kualitas pakan alami sangat dipengaruhi oleh lingkungan perairan masing-masing. Setiap lingkungan perairan memiliki kandungan dan kualitas pakan alami berbeda-beda. Dengan demikian, ikan yang memperoleh pakan alami dari suatu lingkungan perairan akan memiliki aroma maupun cita rasa berbeda dibanding dengan ikan sejenis yang memperoleh pakan alami dari lingkungan perairan lain. Demikian pula jika ditangkap pada suatu lingkungan perairan akan memiliki aroma serta cita rasa yang berbeda jika dibandingkan dengan ikan sejenis yang ditangkap pada lingkungan perairan sama tetapi di musim berbeda.
Dengan asumsi tersebut di atas, pembuatan pakan buatan sebaiknya juga mempertimbangkan komponen yang mempengaruhi cita rasa daging ikan yang dihasilkan. Sebagai contoh, pemberian pakan ikan di Amerika yang berupa tepung darah, memiliki cita rasa berbeda dengan ikan di Israel yang diberi pakan ikan berupa bungkil kacang tanah. Demikian pula dengan ikan di Jepang yang diberi pakan dari kepompong ulat sutra memiliki cita rasa daging ikan berbeda dengan ikan di kedua negara tersebut. Tetapi cita rasa daging ikan di ketiga negara tersebut ternyata memiliki cita rasa daging ikan lebih enak dibanding dengan cita rasa daging ikan di Indonesia (diberi pakan pellet).
D. Fungsi Pakan Ikan Untuk Mempercepat Reproduksi
Pengangkutan hormon reproduksi menuju organ reproduksi sangat dipengaruhi oleh kinerja sistem endokrin. Sistem endokrin dan sistem hormon ditunjang oleh kualitas pakan ikan. Sehingga, kualitas pakan ikan yang baik harus mampu menunjang kerja organ tubuh ikan, termasuk kinerja kedua sistem hormon tersebut. Kinerja sistem endokrin secara optimal akan mempercepat proses pematangan gonad atau pematangan kelamin ikan. Jika proses pematangan gonad bisa berlangsung lebih cepat, maka proses reproduksi pun bisa dipercepat. Dengan demikian, salah satu fungsi dari pakan ikan adalah untuk mempercepat proses reproduksi ikan.
Penambahan vitamin, terutama vitamin E ternyata dapat merangsang pematangan gonad. Vitamin E diketahui memiliki fungsi untuk mencegah oksidasi EPA (eikosapentanoic acid). EPA diubah menjadi prostaglandin, prostaglandin berperan mempercepat pematangan gonad. Bersama dengan vitamin A (berperan sebagai antioksidan), penambahan vitamin E juga akan meningkatkan fungsi PUFA (polyunsaturated fatty acid) yang diperlukan selama proses pembentukan hormon. Selain itu, beberapa jenis bahan pembuatan pakan ikan yang dapat mempercepat proses pematangan gonad antara lain, udang, cumi-cumi, kerang, serta kepiting segar.
E. Fungsi Pakan Ikan Untuk Perbaikan Metabolisme Lemak
Secara umum, ikan memenuhi kebutuhan energinya dari protein. Dengan kata lain, ikan lebih mudah untuk mencerna protein untuk mengganti energinya dibanding dengan mencerna karbohidrat maupun lemak. Kondisi ini tentu saja bagi petani kurang menguntungkan, mengingat biaya untuk memenuhi kebutuhan protein lebih mahal. Bagi peternak ikan, protein yang diberikan melalui pakan akan lebih baik digunakan untuk menopang pertumbuhan maupun perkembangan ikan. Sementara itu, energinya diperoleh dari pemberian lemak atau karbohidrat.
Para ahli telah melakukan berbagai upaya penelitian untuk meningkatkan daya cerna ikan terhadap lemak maupun karbohidrat untuk memenuhi kebutuhan energinya. Sehingga protein yang diberikan dan harus disediakan dengan biaya mahal dapat digunakan secara optimal untuk menopang pertumbuhan ikan.
Dari hasil penelitian tersebut, salah satu bahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan ikan dalam mencerna lemak untuk memenuhi kebutuhan energinya adalah asam bile. Asam bile merupakan cairan yang dihasilkan oleh hati. Senyawa ini banyak mengandung garam natrium dan garam kalium. Dalam proses pencernaan lemak, kedua jenis garam ini akan menurunkan tegangan permukaan lemak serta mengubah bentuk lemak menjadi bola-bola kecil (micelle). Lemak berbentuk bola-bola kecil ini relatif larut dalam air (membentuk emulsi) sehingga mudah diserap oleh tubuh.
Upaya lain untuk meningkatkan daya cerna ikan terhadap lemak juga dapat dilakukan dengan penambahan lesitin. Lesitin merupakan lemak yang mengandung gliserol dan asam fosfat. Senyawa ini banyak terdapat di otak, kedelai, biji bunga matahari, jagung, maupun kuning telur. Selain sebagai sumber lemak, lesitin juga berfungsi untuk menstabilkan lemak dalam saluran pencernaan. Dengan kandungan gliserol tinggi, lesitin mudah dicerna oleh ikan.
Penambahan mikroba jenis tertentu juga diketahui dapat meningkatkan kemampuan ikan dalam mencerna lemak maupun karbohdrat. Selain menguraikan lemak sehingga mudah dicerna oleh ikan, mikroba juga dapat membantu pencernaan karbohidrat maupun protein. Beberapa pabrik pakan ikan telah menggunakan jenis mikroba yang dapat meningkatkan pencernaan lemak maupun karbohidrat dengan menambahkannya dalam formulasi pakan ikan.
KEBUTUHAN NUTRISI IKAN
Kebutuhan nutrisi ikan secara alami sudah tersedia, baik di kolam maupun di perairan lain. Pada usaha agribisnis budidaya ikan secara tradisional, kebutuhan nutrisi ikan dapat dipenuhi oleh pakan alami dari kolam itu sendiri. Akan tetapi pada skala usaha agribisnis budidaya ikan secara intensif, ketersediaan pakan alami tersebut sudah tidak mampu lagi menopang pertumbuhan maupun perkembangan ikan secara optimal, mengingat kepadatan populasi pemeliharaan ikan sangat tinggi. Oleh karena itu, kebutuhan nutrisi ikan ini harus disediakan melalui pemberian pakan buatan.
Komponen Penghasil Energi. Komponen yang termasuk dalam kelompok ini akan menghasilkan energi bila dicerna oleh ikan. Komponen penyusun pakan ikan (berfungsi sebagai penghasil energi) yaitu protein, lemak, karbohidrat. Ketiga komponen tersebut merupakan komponen utama penyusun ransum atau pakan ikan, karena dibutuhkan dalam jumlah relatif besar untuk menopang pertumbuhannya.
Dalam pembuatan pakan ikan, standar pemenuhan nilai energi untuk pertumbuhan adalah 4,0 kkal/g untuk protein; 9,0 kkal/g untuk lemak; serta 4,0 kkal/g untuk karbohidrat. Dalam budidaya ikan secara intensif, efisiensi energi pakan ikan yang diberikan dapat dikatakan baik jika nilai efisiensi tersebut berkisar antara 25-40%. Nilai tersebut dapat dikatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan energi ikan sebesar 100 kkal maka dibutuhkan energi yang tersedia dalam pakan ikan sebesar 250-400 kkal. Dengan pemberian energi dengan besaran tersebut, maka energi yang dapat digunakan untuk pertumbuhan kurang dari 50% total energi dalam pakan ikan, selebihnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan untuk hidup (cost of living).
Komponen Bukan Penghasil Energi. Untuk menjaga keseimbangan gizi, komponen ini tetap dibutuhkan untuk mempertahankan kelangsungan hidup, pertumbuhan maupun perkembahan ikan, sekalipun komponen ini tidak berperan sebagai penghasil energi. Komponen pakan ikan yang berperan bukan sebagai penghasil energi adalah vitamin dan mineral. Kedua komponen ini sangat besar peranannya dalam mempertahankan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan. Beberapa referensi menyebutkan komponen zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh ikan dalam jumlah relatif kecil ini sebagai komponen mikro (micro component). Beberapa referensi lain bahkan menambahkan air sebagai zat gizi keenam. Meskipun bukan pakan dalam arti sebenarnya, air tetap diperlukan sebagai media proses metabolisme maupun pembentukan cairan tubuh.
Protein
Protein merupakan suatu polimer heterogen yang tersusun atas monomer asam amino dalam jumlah banyak, mencapai ribuan bahkan ratusan, saling berhubungan satu sama lain melalui ikatan peptida dan ikatan silang antara ikatan hidrogen, ikatan sulfhidril, dan ikatan van der waal. Protein merupakan penyusun utama makhluk hidup, molekul protein ini mengandung unsur oksigen, nitrogen, hidrogen, karbon, sulfur, serta fosfor yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Pada makhluk hidup, protein memegang peranan penting, baik sebagai antibodi (sistem kekebalan tubuh), sistem kendali (hormon), sumber asam amino bagi organisme heterotof (tidak mampu membentuk asam amino), sumber gizi, maupun dalam fungsi struktural atau mekanis (pembentuk batang dan sendi sitoskeleton)
Pada ikan, protein memegang peranan penting karena material organik utama dalam jaringan maupun organ tubuh ikan tersusun oleh protein berkisar antara 18-30 %. Bahkan bersama dengan komponen nitrogen lain, protein berperan membentuk vitamin, enzim, asam nukleat, hormon, dll.
Fungsi Protein. Sebagai senyawa organik kompleks yang berbobot molekul tinggi, protein sangat dibutuhkan oleh ikan terutama sebagai sumber energi. Karena nilai energi produktif yang diberikan oleh protein kepada ikan lebih besar jika dibandingkan dengan hewan lainnya, dimana peningkatan panas akibat pemberian protein pada ikan lebih rendah. Selain itu, Sebagian besar energi yang dapat dicerna (digestible energy) dalam protein juga dapat dimetabolisme dengan lebih baik oleh tubuh ikan.
Selain sebagai sumber energi, protein pada ikan juga berfungsi memperbaiki jaringan rusak, serta membantu pertumbuhan ikan. Protein ini dibutuhkan oleh tubuh ikan secara kontinue karena asam amino dalam protein dibutuhkan secara terus menerus terutama untuk mengganti protein rusak selama masa pemeliharaan dan membentuk protein baru selama masa pertumbuhan dan masa reproduksi.
Fungsi Utama Protein Pada Ikan:
    Berperan dalam pembentukan antibodi, hormon, enzim, vitamin.
    Berperan untuk pertumbuhan maupun pembentukan jaringan tubuh.
    Sebagai sumber gizi.
    Sebagai sumber energi utama, terutama apabila komponen lemak atau karbohidrat yang terdapat di dalam pakan ikan tidak mampu memenuhi kebutuhan energi.
    Berperan dalam perbaikan jaringan tubuh yang rusak.
    Turut berperan dalam pembentukan gamet.
    Berperan dalam proses osmoregulasi di dalam tubuh.
Lemak (Lipids)
Lemak adalah senyawa organik yang tersusun atas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (0). Molekul-molekul penyusun lemak meliputi asam lemak, sterol, monogleserida, fosfolipida, glikolipida, digliserida, malam, terpenoida (getah dan steriod), vitamin larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, K, dll. Lemak pada ikan merupakan sumber energi paling tinggi. Secara khusus, lemak juga disebut minyak hewani pada suhu kamar yang terdapat pada jaringan tubuh adiposa Pada jaringan adiposa, sel lemak mengeluarkan hormon sitokina, hormon leptin dan resistin. Hormon sitokina yang dihasilkan oleh jaringan adiposa ini berperan penting dalam komunikasi antarsel, sedangkan hormon leptin dan resistin berperan penting dalam sistem kekebalan. Sebenarnya lemak dan minyak adalah senyawa organik yang tersusun oleh molekul sama, perbedaannya hanya terletak pada titik cair dan bobot molekulnya. Titik cair pada lemak lebih tinggi jika dibandingkan dengan minyak, selain itu lemak juga memiliki bobot molekul lebih berat dengan rantai lebih panjang.
Lemak dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu lemak sederhana, lemak campuran, dan lemak turunan.
    Lemak sederhana (simple lipids) terdiri atas lemak netral (trigliserida), ester gliserol, wax (ester kolesterol, ester vitamin A atau D), dll. Wax merupakan ester asam lemak dari alkohol berantai panjang, berperan sebagai sumber energi serta memperbaiki karakteristik fisika dan kimia.
    Lemak campuran (compound lipids), misalnya fosfolipid (merupakan ester asam lemak dan asam fosfatidik). Lemak ini merupakan komponen utama lemak pada membran sel.
    Lemak turunan (derived lipids), yaitu produk hidrolisis dari lemak sederhana dan lemak campuran. Komponen utama lemak turunan adalah asam lemak.
Berdasarkan kejenuhannya, lemak dibagi menjadi dua kelompok, yaitu lemak jenuh dan tidak jenuh. Kejenuhan lemak dapat diketahui berdasarkan ada tidaknya ikatan rangkap di antara atom karbon penyusunnya. Lemak tidak jenuh mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap, sedangkan lemak jenuh tidak mempunyai ikatan rangkap. Lemak jenuh relatif sulit bereaksi karena titik cairnya relatif tinggi dibandingkan dengan lemak tidak jenuh.
Fungsi Lemak. Secara umum fungsi lemak bagi makhluk hidup adalah :
    Sebagai cadangan energi dalam bentuk sel lemak.
    Menopang fungsi senyawa organik sebagai penghantar sinyal.
    Menjadi suspensi bagi vitamin A, D, E dan K yang berperan penting dalam proses biologis.
    Berfungsi sebagai penahan goncangan terutama melindungi organ vital serta melindungi tubuh dari suhu luar yang kurang bersahabat.
    Sebagai sarana sirkulasi energi di dalam tubuh dan komponen utama yang membentuk membran semua jenis sel.
Ikan memanfaatkan lemak sebagai sember energi utama untuk kelangsungan hidupnya disamping sebagai pembentuk struktur sel "prekursor" dan memelihara keutuhan biomembran. Biomembran berperan dalam pengangkutan antarsel seperti vitamin dan sterol dimana vitamin dan sterol ini merupakan nutrien larut dalam lemak. Sterol merupakan alkohol berantai panjang polisiklik yang berfungsi sebagai komponen pada sistem hormon dan fungsi fisiologis yang berkaitan dengan proses pemijahan. Fungsi utama sterol pada sistem hormon adalah pada proses pematangan gonad. Asam lemak yang terdapat dalam fosfolipid sangat mempengaruhi aktivitas biomembram. Biasanya terdapat pada pakan maupun daging ikan. Namun, dalam pakan maupun daging ikan, selain lemaknya terdapat dalam bentuk fosfolipid, juga trigliserida, bahkan kadang-kadang terdapat dalam bentuk wax. Fosfolipida merupakan lemak yang dibentuk dari molekul gliserol dengan dua asam lemak, trigliserida merupakan lemak yang dibentuk dari molekul gliserol tetapi dengan tiga asam lemak, sedangkan wax merupakan ester yang terbuat dari asam lemak dan alkohol berantai panjang. Ketiga jenis lemak ini mempunyai peran berbeda. Fosfolipid berperan penting untuk pembentukan membran sel, trigliserida berperan dalam penyimpanan lemak, serta wax merupakan bentuk umum penyimpanan asam lemak pada beberapa zooplankton.
Lemak merupakan sumber energi utama, sehingga kemampuan lemak sebagai penghasil energi jauh lebih besar dibandingkan dengan karbohidrat dan protein. Tetapi, karena kemampuan ikan dalam mengkonsumsi protein lebih baik dibanding dengan kemampuannya mengkonsumsi lemak dan karbohidrat, maka peranan lemak sebagai sumber energi lebih kecil dibandingkan peran protein. Ikan dari golongan karnivora memiliki ketersediaan rendah terhadap karbohidrat. Oleh karena itu, pada ikan golongan karnivora ini peranan lemak sebagai sumber energi sangat vital. Penambahan lemak sebagai sumber energi akan meningkatkan efektifitas penggunaan protein (protein sparing effect).
Karbohidrat
Karbohidrat adalah senyawa organik kompleks (terdiri atas unsur karbon, hidrogen, oksigen), secara biokimia mengandung gugus fungsi karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil. Berdasarkan jumlah molekulnya, karbodidrat dibedakan menjadi monosakarida, polisakarida, disakarida, dan oligosakarida. Monosakarida merupakan golongan karbohidrat paling sederhana, terbentuk oleh satu molekul gula sederhana. Polisakarisa merupakan molekul karbohidrat terbentuk oleh molekul gula yang terangkai menjadi rantai panjang serta dapat pula bercabang-cabang. Disakarida merupakan molekul karbohidrat yang terbentuk oleh dua monosakarida. Oligosakarida merupakan molekul karbohidrat yang terbentuk oleh beberapa monosakarida. Karbohidrat dalam bentuk monosakarida diantaranya adalah galaktosa, triosa, pentosa, dan heksosa. Monosakarida yang paling banyak terdapat di dalam sel adalah pentosa (ribosa dan dioksiribosa) dan heksosa (glukosa dan fruktosa). Karbihidrat dalam bentuk disakarida siantaranya maltosa (gula anggur), laktosa (gula susu), sukrosa (gula tebu), dan selubiosa (hasil hidrolisis tidak sempurna dari selulosa). Sedangkan karbohidrat dalam bentuk polisakarida diantaranya pati, kitin, selulosa, glikogen, pektin, lignin, amilosa, dan amilopektin. Karbohidrat yang terbentuk dari unsur utama karbon, hidrogen dan ogsigen ini relatif lebih mudah larut di dalam air jika dibandingkan dengan protein dan lemak.
Karbohidrat merupakan salah satu komponen sumber energi bagi makhluk hidup. Fungsi karbohidrat dalam tubuh adalah sebagai cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur). Peranan lain dari karbohidrat adalah sebagai prekursor dalam berbagai metabolisme internal (intermediate metabolism) dimana produk yang dihasilkan dibutuhkan untuk pertumbuhan, misalnya asam amino nonesensial dan asam nukleat.
Karbohidrat dalam tubuh ikan disimpan di dalam hati dan otot dalam bentuk glikogen, karbohidrat ini berfungsi sebagai cadangan energi. Meskipun demikian, peranan karbohidrat sebagai sumber energi bagi ikan belum bisa dipahami sepenuhnya karena ikan masih dapat hidup dengan baik meskipun tanpa pemberian karbihodrat. Hal ini diperkirakan bahwa ikan tidak mempunyai kebutuhan karbohidrat secara khusus meskipun pemberian pakan ikan yang mengandung karbohidrat memberikan peningkatan pertumbuhan dan perkembangan ikan secara optimal. Contoh bahan baku pakan ikan berkandungan karbohidrat adalah jagung, beras, dedak, tepung terigu, tapioka, serta sagu. Sebagian contoh bahan pakan ikan di atas dapat berfungsi sebagai alat perekat (hinder) untuk mengikat komponen bahan baku dalam pembuatan pakan ikan.
Karbohidrat terdiri atas bahan ekstrak tanpa nitrogen dan serat kasar. Pemberian serat kasar pada ikan dapat mengakibatkan ganggunan pada proses penyerapan makanan (berlangsung dalam usus halus). Oleh karena itu, pemberian serat kasar harus terukur, tidak boleh berlebihan. Untuk meningkatkan gerak peristaltik usus, serat kasar masih tetap diperlukan oleh ikan meskipun sebetulnya serat kasar sangat sulit dicerna oleh ikan sehingga penggunaannya harus tetap terukur. Sebagai contoh pemberian pakan udang, kandungan serat kasar pada pakan udang sebaiknya jangan lebih dari 30%.
Disamping memiliki fungsi sebagai sumber energi, karbohidrat juga berperan dalam penghematan penggunaan protein yang digunakan sebagai sumber energi utama bagi tubuh ikan. Apabila pakan ikan kekurangan karbohidrat, maka seluruh energi yang dikeluarkan ikan harus dipenuhi melalui penyerapan protein. Dengan demikian, penggunaan protein dalam penggunaan protein untuk menghasilkan energi serta proses metabolik lainnya menjadi kurang efisien. Penggunaan protein yang kurang efisien akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan ikan. Penghematan protein melalui peran karbohidrat ini disebut protein sparing effect dari karbohidrat, di mana karbohidrat dapat menghemat protein. Beberapa referensi menyebutkan bahwa pemberian 0,23 g karbohidrat dalam 100 g pakan dapat menghemat protein sebesar 0,05 gram.
Vitamin
Vitamin merupakan senyawa organik yang berbobot molekul kecil tetapi mutlak diperlukan oleh tubuh meskipun dalam jumlah relatif kecil. Senyawa organik esensial ini tidak dapat diproduksi oleh tubuh ikan. Vitamin memegang peranan vital dalam metabolisme terutama untuk menjaga agar proses-proses yang terjadi di dalam tubuh ikan tetap berlangsung dengan baik. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan oleh tubuh untuk tumbuh dan berkembang secara normal.
Seperti telah diketahui, tubuh ikan tidak mampu memproduksi vitamin. Oleh karena itu, untuk menopang pertumbuhan maupun perkembangan ikan, vitamin harus dipenuhi melalui pemberian pakan ikan. Ikan-ikan liar yang hidup di alam serta mengandalkan pakan alami hampir tidak pernah mengalami kekurangan vitamin. Namun jika dibudidayakan secara intensif baik di dalam kolam maupun karamba dengan kepadatan populasi tinggi, ketersediaan dan jumlah pakan alami tersebut sudah tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan ikan. Dengan demikian, untuk mendukung agribisnis perikanan agar berhasil sesuai rencana, maka peternak ikan harus memberikan penambahan vitamin melalui pakan ikan.
Kandungan vitamin di dalam pakan buatan tergantung dari bahan baku yang digunakan serta ditambahkan. Jumlah vitamin dapat berkurang atau rusak selama proses pembuatan dan penyimpanan pakan buatan. Oleh karena itu, perlu selalu dilakukan penambahan vitamin.
Sebagian besar vitamin akan rusak karena penanganan kurang cermat, baik selama proses pembuatan maupun penyimpanan pakan ikan yang terlalu lama (lebih dari tiga bulan). Tiamin akan kehilangan aktivitasnya apabila pembuatan atau penyimpanan pakan ikan dilakukan dalam kondisi basa atau mengandung sulfida. Beberapa vitamin akan mengalami perombakan lebih lanjut apabila terkena cahaya matahari secara langsung. Riboflavin harus dilindungi dari cahaya matahari atau cahaya lampu. Piridoksin tidak tahan terhadap udara dan cahaya matahari. Asam pantotenat kurang stabil apabila disimpan di tempat panas serta lembap. Cahaya matahari maupun penyimpanan terlalu lama akan merusak aktivitas asam folat. Fungsi vitamin B-12 akan menurun apabila disimpan di tempat bersuhu tinggi. Vitamin E sangat sensitif terhadap proses oksidasi. Vitamin K dalam bentuk sintetis harus terlindung dari cahaya matahari secara langsung.
Tampak jelas bahwa fungsi vitamin mudah terganggu sehingga lebih baik segera digunakan. Jika terpaksa disimpan, sebaiknya vitamin diletakkan di tempat kering dan dingin, serta terhindar dari pengaruh cahaya matahari maupun cahaya lampu yang terlalu terang.
Klasifikasi dan Fungsi Vitamin. Secara garis besar, vitamin dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu vitamin larut dalam lemak dan vitamin larut dalam air. Golongan vitamin larut dalam lemak yaitu vitamin A, D, E, dan K. Sementara, golongan larut dalam air yaitu vitamin B dan C. Vitamin B terdiri atas tiamin (B-1), riboflavin (B-2), piridoksin (B-6), sianokobalamin (B-12), niasin, biotin, kolin, asam folat, inositol, dan asam pantotenat.
Dalam proses osmoregulasi tubuh, vitamin mempunyai peranan penting, di antaranya sebagai berikut:
    Vitamin merupakan senyawa yang berfungsi sebagai katalisator (pemacu) dalam proses metabolisme ikan. Sebagai bagian dari enzim atau koenzim vitamin sangat berperan dalam pengaturan berbagai proses metabolisme tubuh ikan. Selain itu, vitamin mampu mempercepat proses perombakan pakan tanpa mengalami perubahan.
    Vitamin berfungsi untuk membantu protein dalam memperbaiki dan membentuk sel baru.
    Vitamin berperan dalam mempertahankan fungsi berbagai jaringan tubuh ikan sehingga mekanisme jaringan tubuh tersebut tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya.
    Vitamin turut berperan dalam pembentukan senyawa-senyawa tertentu di dalam tubuh.
Mineral
Mineral merupakan elemen anorganik yang dibutuhkan oleh ikan dalam pembentukan jaringan dan berbagai fungsi metabolisme dan osmoregulasi. Ikan juga menggunakan mineral untuk mempertahankan keseimbangan osmosis antara cairan tubuh dan cairan di sekitarnya. Meskipun dibutuhkan dalam jumlah relatif kecil, namun mineral memiliki peran sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup, karena mineral sangat dibutuhkan dalam beberapa proses yang berlangsung di dalam tubuh ikan.
Berdasarkan kebutuhannya, mineral dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu mineral esensial dan mineral nonesensial. Mineral esensial harus selalu tersedia di dalam tubuh serta harus disuplai dari pakan ikan karena tubuh tidak mampu memproduksi mineral ini. Sementara, mineral nonesensial yaitu mineral yang sebaiknya tersedia di dalam tubuh ikan.
Berdasarkan jumlah kebutuhannya, mineral dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu makromineral dan mikromineral. Makromineral yaitu mineral yang dibutuhkan oleh tubuh ikan dalam jumlah relatif besar, seperti kalsium (Ca), fosfor (P), belerang (S), natrium (Na), klorida (CI), magnesium (Mg), dan kalium (K). Sebaliknya, mikromineral adalah mineral yang dibutuhkan oleh tubuh ikan dalam jumlah relatif kecil, yaitu kobalt (Co), selenium (Se), tembaga (Cu), seng (Zn), mangan (Mn), krom (Cr), fluorine (F), iodium (I), besi (Fe), dan molibdenum (Mo). Mikromineral sering pula disebut sebagai trace mineral.
Pakan buatan dengan kandungan mineral lengkap belum bisa dikatakan sebagai pakan berkualitas nutrisi baik. Hal ini disebabkan kelengkapan mineral yang terdapat pada pakan ikan baru bisa memberi dampak positif terhadap pertumbuhan maupun perkembangan ikan apabila pakan ikan tersebut juga dilengkapi komponen nutrisi lain dengan komposisi tepat. Dengan demikian, protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin tetap harus dilibatkan dalam penyusunan ransum pakan ikan. Kelengkapan komponen dalam penyusunan komposisi pakan ikan sangat berpengaruh terhadap penyerapan mineral oleh tubuh ikan. Sebagai contoh, selain Kalsium (Ca) dan Natrium (Na), ikan menyerap mineral esensial dalam bentuk garam atau senyawa sukar larut. Bentuk ini memerlukan peran protein yang berfungsi sebagai pembawa, serta bahan-bahan lain untuk mempermudah penyerapan.
Fungsi Mineral. Mineral merupakan komponen pembentuk pakan ikan yang memiliki fungsi terutama dalam proses pembentukan rangka, pernapasan, serta metabolisme. Kalsium (Ca), Phosphor (P), Flourine (F), dan Magnesium (Mg) merupakan kelompok mineral pembentuk rangka yang berperan dalam pembentukan struktur tubuh ikan, seperti tulang, gigi, dan sisik. Sedangkan kelompok mineral yang berperan dalam proses pernafasan meliputi Ferum (Fe), Kalsium (Ca), dan Cuprum (Cu). Fungsi utama lain dari mineral, baik esensial maupun nonesensial, terhadap pertumbuhan dan perkembangan ikan adalah untuk membantu proses metabolisme. Mineral-mineral tersebut berperan dalam pembentukan enzim dan pengaturan keseimbangan antara cairan tubuh dan cairan lingkungannya.
Beberapa fungsi lain dari mineral pada ikan:
    Natrium (Na), Kalium (K), Kalsium (Ca), dan Klor (Cl) berfungsi untuk mengatur keseimbangan asam basa dan proses osmosis antara cairan tubuh ikan dan lingkungannya.
    Ferum (Fe), Cuprum (Cu), dan Cobalt (Co), memegang peranan penting dalam proses pembekuan darah dan pembentukan hemoglobin pada tubuh ikan.
    Klor (Cl), Magnesium (Mg), dan Phosphor (P), memegang peranan penting dalam proses metabolisme tubuh ikan.
    Cuprum (Cu) dan Zinc (Zn) berperan untuk mengatur fungsi sel; Sulfur (S) dan Phosphor (P) berperan untuk membentuk fosfolipid dan bahan inti sel, Bromine (Br) berperan untuk mematangkan kelenjar kelamin, dan Iodin (I) berperan untuk membentuk hormon tiroid.

1 comment:

  1. jika pelet untuk ikan diredam dalam pupuk biofermentasi, apakah hasilnya akan lebih bagus?

    ReplyDelete