Wednesday, March 27, 2013

IKAN TUNA

March 27, 2013 Posted by Media Penyuluhan Perikanan Pati No comments


Ikan tuna adalah kelompok ikan laut dari keluarga Scombridae, khususnya dari genus Thunnus. Tuna merupakan ikan berukuran paling besar di antara kelompok ikan mackerel, yang keseluruhannya terdapat kurang lebih 48 species berbeda. Beberapa jenis ikan tuna yang terkenal adalah tuna sirip biru (bluefin tuna), tuna sirip kuning (yellowfin tuna), tuna sirip hitam (blackfin tuna), tuna ramping (slender tuna), tuna peluru (bullet tuna), dan tongkol (longtail tuna). ikan tuna Tuna adalah ikan yang gesit dan mampu berenang dengan cepat (beberapa spesies tuna dapat berenang dengan kecepatan 70 km / jam).
Tidak seperti ikan pada umumnya yang mempunyai daging berwarna putih, jaringan otot dan daging ikan tuna berwarna merah muda sampai dengan merah tua. Warna merah tersebut timbul dari adanya mioglobin, suatu molekul berikatan oksigen, di mana tuna memiliki kanduingan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ikan-ikan jenis lainnya. Beberapa spesies ikan tuna berukuran besar, seperti bluefin tuna (tuna sirip biru), menunjukkan adaptasi sifat berdarah panas. Tuna sirip biru dapat meningkatkan temperatur tubuhnya lebih tinggi daripada suhu air, sebagai akibat aktivitas otot-otot tubuhnya. Kondisi ini memungkinkan ikan tuna sirip biru dapat bertahan hidup di perairan bersuhu dingin dan mampu mendiami habitat yang lebih luas di laut daripada jenis ikan lainnya. ikan tuna Ikan tuna memiliki kemampuan untuk mempertahankan suhu tubuhnya di atas suhu air laut di sekelilingnya. Sebagai contoh, tuna sirip biru dapat mempertahankan suhu tubuh antara 24 - 35 °C, di air dingin bersuhu 6 °C. Akan tetapi, tidak sama dengan hewan endotermik tertentu, misalnya mamalia atau burung, ikan tuna menjaga suhu tubuhnya tidak dalam kisaran suhu yang relatif sempit. ikan tuna Ikan tuna mencapai kondisi endothermy dengan cara mempertahankan panas tubuh yang dihasilkan melalui metabolisme normal. Retia mirabilia, suatu jalinan pembuluh darah vena dan arteri di bagian tepi tubuh, mentransfer panas dari darah di vena ke darah di arteri melalui sistem pertukaran aliran.
Hal ini akan mengurangi penurunan suhu pada permukaan tubuh dan mempertahankan otot tetap hangat. Kondisi ini mendukung kemampuan tuna berenang dengan kecepatan tetap tinggi melalui pengurangan penggunaan energi. ikan tuna Bagi hewan perenang cepat seperti lumba-lumba dan ikan tuna, kavitasi dapat merupakan gangguan, karena akan membatasi kecepatan renangnya secara maksimal. Bahkan meskipun lumba-lumba mempunyai tenaga untuk berenang lebih cepat, hewan ini mungkin harus membatasi kecepatan renangnya, karena menyebabkan pecahnya gelembung kavitasi pada daerah ekor, yang menimbulkan rasa sakit bagi lumba-lumba. Kavitasi juga dapat memperlambat kecepatan renang ikan tuna, tetapi untuk sebab yang agak berbeda. Tidak seperti halnya lumba-lumba, ikan tuna tidak merasakan gelembung kavitasi, karena mereka memiliki sirip berduri tanpa saraf tepi. Meskipun demikian, ikan tuna tidak dapat berenang lebih cepat karena gelembung kavitasi menciptakan lapisan uap di sekitar sirip yang membatasi kecepatan berenang. ikan tuna Tuna termasuk ikan yang memiliki nilai ekonomis penting. Yayasan Kelestarian Seafood Internasional (ISSF) telah mengeluarkan laporan ilmiah secara rinci tentang keadaan stok tuna dunia pada tahun 2009. Berdasarkan laporan tersebut diketahui bahwa ikan tuna menyebar secara luas tetapi tidak terlalu melimpah, di seluruh lautan di dunia. Tuna umumnya menyebar di perairan tropis dan subtropis di antara 45 derajat lintang utara dan lintang selatan khatulistiwa.

0 comments:

Post a Comment