Thursday, January 24, 2013

PEMBIBITAN IKAN KARPER

January 24, 2013 Posted by Media Penyuluhan Perikanan Pati No comments
Sejarah ikan Karper/Mas ada yang mengatakan ikan ini berasal dari Sungai Danube dan Laut Hitam dan ada juga yang mengatakan dari China dan Rusia. Perkembangan di Indonesia Ardiwinata (1971) ikan Karper dikenal pertama kali di Galuh (Ciamis) Jawa Barat.
Ikan Karper (Cyorinus carpio, L.) merupakan spesies ikan air tawar yang termasuk dalam famili Cyprinidae, sub ordo Cyprinoidea, Ordo Ostariophysi sub kelas Teleostrei. Ikan Karper sudah lama dibudidayakan dan terdomestikasi dengan baik di dunia. Diantara jenis ikan air tawar Ikan Karper merupakan ikan yang paling populer dii masyarakat. Selain dikenal dengan nama Ikan Mas, ikan ini dikenal dengan nama dengan nama Ikan Karper ataupun ikan tombro. Kini telah banyak dikenal ras persilangan antara lain Ikan Karper merah, Si Nyonya, Taiwan, Majalaya, Punten, kaca, Kumpai dan lain-lain.
Di alam aslinya Ikan Karper hidup di perairan sungai, danau maupun genangan air lainnya yang berada pada ketinggian 150-600m dpl, dengan suhu air berkisar 200 C derajat sampai 250 C. Ikan Karper termasuk hewan Omnnivora atau pemakan segala sehingga di alam makanan Ikan Karper berupa daun-daunan, lumut, serangga, cacing dan lain sebagainya. Pada model budidaya Ikan Karper lingkungan pemeliharaan dibuat menyerupai alam aslinya.
Model budi daya Ikan Karper bisa dipelihara dalam Kantong Jaring Apung, Kolam air deras, kolam tanah, kolam beton dan lain-lain tergantung ketersediaan lokasi. Makanan dalam budi daya Ikan Karper juga bermacam-macam mulai dari pemberian pakan alami sampai pemberian pelet buatan pabrik. Yang perlu diperhatikan adalah kualitas air pada media untuk budi daya Ikan Karper seperti PH air yang harus berada pada kisaran 7-8, kandungan oksigen terlarut yang cukup dan bebas dari kandungan zat kimia berbahaya.
Usaha Pembibitan Ikan Karper
Peluang usaha budidaya Ikan Karper dapat dipilih sesuai kondisi dan keinginan. ada beberapa peluang usaha dalam budi daya Ikan Karper ini yaitu pembibitan dan pembesaran Ikan Karper untuk keperluan konsumsi. Dalam hal ini apayang menjadi pembahasan kali ini adalah Pembibitan Ikan Karper.
Usaha Pembibitan Ikan Karper
Agar usaha budidaya ikan Karper berhasil maka banyak faktor yang sangat menentukan keberhasilan antara lain ;
1.    Persiapan kolam.
2.    Mempergunakan bibit yang berkualitas.
3.    Pengelolaaan air yang baik
4.    Pengelolaan hama dan penyakit
5.    Penganan panen danpaska panen.
Pembahasan pada kali ini fokus pada pembibitan ikan Karper yang di awali dari persiapan induk ikan Karper yang baik.
Persiapan induk Ikan Karper
Syarat-syarat induk yang baik:
- Induk betina 1,5 – 3 tahun (minimum 1,5 kg/ekor) dan induk jantan umur 6 bulan ke atas (minimum 0,5 kg/ekor).
- Badan tidak cacat, termasuk sirip-sirip.
- Sisik besar dan letaknya teratur
- Kepala relatif kecil dibandingkan tinggi badan, umumnya punya tubuh yang besar sehingga akan banyak telurnya.
- Pangkal ekor normal (pangkal ekor lebih panjang dibandingkan tingginya), lebar dan tebal menggambarkan sifat yang kuat serta cepat tumbuh.
- Tanda matang kelamin induk betina : gerakannya lamban, perutnya membesar/buncit ke arah belakang, jika diraba terasa lunak, lubang anus agak membengkak/menonjol, bila perut diurut (striping) perlahan kearah anus akan keluar cairan kuning kemerahan. Untuk induk jantan gerakannya lincah, badannya langsing, jika perut distriping akan keluar cairan sperma berwarna putih seperti susu dari lubang kelamin.
Induk Ikan Karper yang akan dipijahkan dipelihara di kolam khusus secara terpisah antara jantan dan betina. Pemberian pakan yang berkualitas berupa pellet dengan kandungan protein 25%. Dosis pemberian pakan Ikan Karper sebanyak 3% per bobot biomas per hari. Pakan tersebut diberikan 3 kali/hari. Ikan Karper betina yang diseleksi sudah dapat dipijahkan setelah berumur 1,5 – 2 tahun dengan bobot >2 kg. Sedangkan induk jantan berumur 8 bulan dengan bobot > 0,5 kg. Untuk membedakan jantan dan betina dapat dilakukan dengan jalan mengurut perut kearah ekor. Jika keluar cairan putih dari lubang kelamin, maka Ikan Karper tersebut jantan.
Ciri-ciri Ikan Karper betina yang siap pijah atau matang gonad adalah:
- Pergerakan ikan lamban
- Pada malam hari sering meloncat-loncat
- Perut membesar/buncit ke arah belakang dan jika diraba terasa lunak
- Lubang anus agak membengkak/menonjol dan berwarna kemerahan
Sedangkan ciri-ciri untuk Ikan Karper  jantan gerakan lincah dan mengeluarkan cairan berwarna putih (sperma) dari lubang kelamin bila dipijit.
Pemijahan Ikan Karper
Dalam proses pemijahan Ikan Karper, ikan dirangsang dengan cara membuat lingkungan perairan menyerupai keadaan lingkungan perairan umum dimana ikan Karper akan memijah secara alami atau dengan rangsangan hormon sintetis Ovaprim.. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pemijahan Ikan Karper adalah :
1. Pemijahan pada kolam bak/ permanen.
- Mencuci dan mengeringkan wadah pemijahan (bak/kolam)
- Mengisi wadah pemijahan dengan air setinggi 75-100 cm
- Memasang hapa untuk mempermudah panen larva di bak atau di kolam dengan ukuran 4 x 3 x 1 meter. Hapa dilengkapi dengan pemberat agar tidak mengambang.
- Memasang kakaban di tempat pemihajan (dalam hapa). Kakaban dapat berupa ijuk yangdijepit bambu/papan dengan ukuran 1,5 x 0,4 m.
2. Persiapan pada kolam alam untuk pemijahan/ pada kolam tanah
- Persiapan pembersihan kolam tanah.
- Penglahan tanah dasar kolam dengan pembajakan dan pemberian pupuk kandang kotoran ayam ± 20 sak sesuai dengan kesuburan tanah.
- Pemasangan Hafa pada kolam pemijahan
- Pemberian Enceng gondok yang telah dipotong daunnya tinggal batang bawah dan bonggol tanpa daun sebagai pengganti Kakaban.
- Memasukan air yang bebas dari pestisida dan logam berat.
Persiapan pemijahan :
- Pada sore hari memasukkan induk Ikan Karper jantan dan betina siap pijah. Jumlah induk Ikan Karper betina yang dipijahkan tergantung pada kebutuhan benih dan luas kolam yang akan digunakan dalam pendederan. Bisa 1 : 10 artinya induk betina 1 ekor berbanding dengan induk jantan 10 ekor. Kebutuhan biasanya 1 Ha induk betina 5 s/d 10 ekor dan jantan 50 s/d 100 ekor jantan.
- Induk betina ± 2 Kg bobotnya, sedangkan induk jantan bisa ± 2,5 ons. Menurut teorinya satu Induk Ikan Karper betina dipasangkan dengan 2 atau tiga Ikan Karper jantan, pada prakteknya bisa sampai banding 10 ekor jantan.
- Air dikocorkan untuk menambah oksigen dari tengah malam sampai fajar dan fajar telah terjadi pemijahan, telurnya nempel pada bonggol Enceng gondok.
Aktivitas ikan jantan yang mengejar-ngejar induk betina.Sesekali akan terdengar suara berkecipak karena induk betina ini menyembul kepermukaan air. Induk betina yang dikejar-kejar biasanya akan lebih sering melewati air di bawah kakaban, terkadang malah menyembul dari bawah kakaban. Setelah puas berkejar-kejaran, induk betina ini akan mengeluarkan telur-telurnya dibawah kakaban. Telur tersebut langsung disemprot dengan sperma induk jantan.Induk tersebut melakukan penijahan tetap dalam posisi berkejar-kejaran.Telur-telur akan dengan mudah terlihat menempel di kakaban karena warna telur ini kuning cerah. Ada telur yang menggerombol dalam kakaban tersebut, ada pula yang merata, tidak bertumpuk. Setelah selesai memijah ikan harus cepat diangkat untuk dikembalikan ke kolam pemeliharaan induk karena sering kali induk akan memakan telur-telurnya sendiri.
- Setelah pemijahan induk betina dan jantan dimabil dan dipisah pada kolam indukan.
Penetasan Telur
Telur-telur kemudian ditetaskan, pada saat penetasan telur kualitas air dijaga tetap stabil telur tersebut membutuhkan air yang kaya oksigen dan stabil suhunya. Setelah 2 hari, telur akan mulai menetas. Penetasan biasanya tidak berlangsung sekaligus tetapi bertahap, sesuai dengan pengeluaran telurnya.Larva ikan yang baru menetas belum membutuhkan pakan tambahan dari luar karena masih menyimpan pakan dalam tubuhnya berupa kuning telur (yolk sack). Selama memakan kuning telurnya, alat-alat pencernaan benih muda ini akanterbentuk sempurna sehingga siap menerima pakan dari luar. Namun, bukan berartibenih ini dapat diberi pakan sembarangan. Pakan yang diberikan harus sesuaidengan yang dibutuhkannya. Oleh karena itu, pakan yang paling cocok bagi benihyang telah habis kuning telurnya adalah plankton yang diperoleh dengan pemupukan dasar kolam.
- Setelah telur berusia kurang lebih 4 hari maka telur Ikan Karper akan menetas menjadi larva, beberapa saat setelah menetas larva masih mendapatkan suplai makanan cadangan dari telur, setelah itu perlu diberi makanan tambahan berupa pelet Pockphan 88 di seleb.
Pendederan Ikan Karper
Setelah larva cukup kuat saatnya untuk melakukan pendederan Ikan Karper, bisasanya dilakukan pada kolam lumpur atau sawah meski bisa juga dilakukan pada kolam semen. Persiapan kolam tanah adalah dengan meratakan tanah dasarnya, tebarkan 10 – 20 karung kotoran ayam, isi air setinggi kurang lebih 40 cm dan rendam selama 5 hari tanpa aliran air. Hal ini dimaksudkan agar plankton dan sumber makanan alami Ikan Karper tumbuh di kolam pendederan. Untuk ukuran kolam lumpur 100 m2 tebar 100.000 ekor larva pada pagi hari, berikan makanan tambahan berupa tepung pelet atau pelet yang telah digiling halus.
Pada usia telah mencapai 3 minggu bibit Ikan Karper siap dipanen dengan ukuran 1 Kg isi ± 100 ekor bibit. Apabila di pasarkan harga 1 Kg berkisar Rp.25.000,00 s/d Rp.30.000,00 disamping itu juga dibesarkan dan dipelihara pada kolam pembesaran.
DAFTAR PUSTAKA

Amri, K dan Khairuman, 2003. Penanggulangan ikan Mas dan Koi. Agromedia.Jakarta
------- 2008. Buku Pintar Budidaya 15 Ikan Konsumsi.Agromedia. Jakarta
------- 1999. SNI 01-6133-1999. Produksi Ikan mas (Cyprinus carpio Linnaes) strain Majalaya kelas benih sebar. Badan Standardisasi Nasional
------- 1999. SNI 01-6130-1999. Produksi Ikan mas (Cyprinus carpio Linnaes) strain Majalaya kelas Induk Pokok (Parent Stock). Badan Standardisasi Nasional

0 comments:

Post a Comment