Friday, December 8, 2017

PERKEMBANGAN BUDIDAYA IKAN NILA DI PATI

December 08, 2017 Posted by Media Penyuluhan Perikanan Pati No comments
Perkembangan budidaya ikan Nila sangat pesat, di daerah Pati sekarang budidaya ikan Nila pada kolam air tawar dan tambak air payau. Kebutuhan benih dari dalam kota dan luar kota. Untuk budidaya ikan Nila di tambak-tambak air payau paling di Tayu sedangak di kecamatan lain juga ada tidak banyak. Usaha budidaya ikan Nila yang dilakukan telah dilaksanakan dengan baik dan sesuai anjuran, selama ± 3 – 4 bulan sudah bisa dinikmati hasil budidaya yang telah berjalan. Maka dari itu sangat diperlukan sekali bagaimana pelaksanaan panen, dan cara mengevaluasi usahatani biaya produksi yang dilakukan agar tidak mengalami kerugian serta mencari cara pemasaran yang tepat, efektif dan efisien.
A.    Panen
Panen atau disebut pemungutan hasil, perupakan tahap berhasil atau tidaknya kegiatan budidaya ikan. Panen ikan Nila harus memperhatikan waktu dan cara panen, disamping itu waktu panen harus di sesuaikan dengan permintaan pasar dan tujuan pasar.
1.      Waktu panen
Waktu panen ikan Nila harus di sesuaikan dengan permintaan pasar dan harga paling menguntungkan.
2.      Cara panen
Panen ikan Nila dapat dilakukan dengan dua cara antara lain ;
a.       Panen total
Adalah panen ikan Nila dengan mengeringkan dan mengangkat semua ikan yang ada di kolam pembesaran sampai habis.
b.      Panen sebagian atau selektif
Panen selektif adalah panen sebagian dengan cara memilih sebagian untuk kebutuhan atau mengurangi kepadatan ikan dalam kolam.
B. Ilmu usahatani
Ilmu usahatani merupakan ilmu terapan yang membahas atau mempelajari bagaimana membuat atau menggunakan sumberdaya secara efisien pada suatu usaha pertanian, perikanan atau peternakan (Prawirokusumo, 1990)
Pengetahuan terapan tentang cara-cara petani atau pembudidaya dalam menentukan, mengorganisasikan serta mengkoordinasikan penggunaan faktor-faktor produksi secara efektif dan efisien sehingga memberikan pendapatan maksimal (Ken Suratiyah, 2002)
Suatu usahatani dapat dikatakan menguntungkan atau layak untuk diusahakan apabila memenuhi persyaratan, sebagai berikut:
1.        Perhitungan Revenue Cost Ratio ( RCR )
RCR dianalisis dengan membandingkan antara pendapatan kotor dengan biaya total produksi (Soekartawi et al., 1986). Apabila nilai RCR > 1 usaha tani tersebut layak dilakukan dan sebaliknya. Formula RCR sebagai berikut :
RCR =
Keterangan :
RCR    : Perbandingan pendapatan kotor dan total biaya produksi
PK       : Pendapatan Kotor
TBP     : Total Biaya Produksi
2.        Perhitungan Break Even Point ( BEP )
Break Even Point ( BEP ) adalah titik pulang pokok dimana total revenue (pendapatan kotor) sama dengan total biaya produksi (total cost) (Soekartawi et al., 1986).
BEP dapat dihitung dengan beberapa cara yaitu :
a.    BEP untuk penerimaan / pendapatan kotor (BEP PK)
Dari modal yang dikeluarkan seberapa besar  pendapatan kotor minimal harus diperoleh agar modal bisa kembali.
BEP PK
Jika penerimaan telah melebihi BEP, maka usahatani tersebut dikatakan layak untuk diusahakan.
b.   BEP titik impas volume produksi BEPQ
Adalah hitungan berapa minimal volume produksi yang harus dicapai agar modal sebagai biaya produksi dapat kembali
BEPQ
Apabila jumlah produksi yang dihasilkan lebih besar dari pada BEPQ, maka usahatani tersebut menguntungkan layak dan dapat diusahakan.
c.    BEP harga
Harga produk yang harus ditawarkan (dipatok) agar biaya produksi dapat dikembalikan.
BEP Rp
Apabila harga satuan dipasar lebih besar dari BEP(Rp), maka usaha tersebut menguntungkan dan layak diusahakan.
3.   Analisis Return on Invesment (ROI)
Return of invesment (ROI) adalah nilai keuntungan yang diperoleh dari sejumlah uang yang diinvestasikan pada kurun waktu tertentu. Analisis ROI dipergunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan modal (Gaspersz,1996).
ROI X 100 %

C. Pengertian Pemasaran
Konsep pasar secara modern adalah bertemunya permintaan (demand) dan penawaran (supply) pada keadaan dengan asumsi nilai dari variabel yang lain tetap (Ceteris paribus) menurut (Gaspersz,1996).
Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands).
Manusia harus menemukan kebutuhannya terlebih dahulu, sebelum ia memenuhinya. Usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengan cara mengadakan suatu hubungan. Dengan demikian pemasaran bia juga diartikan suatu usaha untuk memuaskan kebutuhan pembeli dan penjual (Swasta, 1996).
Pengertian Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi (Kotler, 1997).
Konsep Pemasaran
Falsafah konsep pemasaran bertujuan untuk memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen. Kegiatan perusahaan yang berdasar pada konsep pemasaran ini harus diarahkan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Secara definitive dapat dikatakan bahwa konsep pemasaran adalah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomis dan social bagi kelangsungan hisup perusahaan (Swasta, 1996).
Dengan menyatukan program pemasaran yang ditujukan kepada segmen-segmen pasar yang dituju, manajemen dapat melaksanakan pemasaran dengan lebih baik dan dapat menggunakan sumberdaya pemasaran secara efektif dan efisien. Merencanakan produk yang dapat memenuhi permintaan pasar, menentukan cara-cara promosi yang paling efektif, memilih media advertensi, dan dengan kemajuan jaman sekarang dikenal pemasaran online dengan teknologi IT agar lebih menjangkau secara global dan mendunia.
Strategi Pemasaran Online yang ampuh untuk bisnis
Bisnis online kini bukan lagi sebuah tren asal-asalan yang sekedar muncul karena kepopuleran internet; bisnis online telah menjadi sebuah pasar yang kuat dan memiliki potensi tinggi yang akan bertahan lama.
Ilmu strategi pemasaran kini tidak lagi terbatas pada bisnis tradisional melainkan juga bisnis seperti toko online, bisnis afiliasi, web hosting dan sebagainya. Bahkan bisnis online lokal atau kecil-kecilan sekalipun harus memiliki konsep pemasaran yang matang dan dapat menjangkau konsumen yang luas bila ingin berkembang, terutama dengan besarnya persaingan dalam dunia bisnis online.
Sesuai dengan sifat bisnisnya, strategi pemasaran untuk bisnis online jelas banyak memanfaatkan teknologi informasi dalam prosesnya. Tantangannya adalah bagaimana memanfaatkan berbagai macam teknologi informasi sebaik mungkin dalam strategi pemasaran, terutama dengan mengikuti perkembangan jaman dan teknologi.
Berikut adalah beberapa contoh media dalam strategi pemasaran menggunakan teknologi informasi untuk bisnis online:
1. Website.
Website resmi perusahaan atau bisnis merupakan hal yang wajib dimiliki bagi anda yang ingin mengembangkan bisnis online. Akan tetapi, harus diingat bahwa jika anda ingin trik pemasaran anda lebih efektif, sebaiknya jangan lagi menggunakan blog gratisan sebagai platform website resmi perusahaan atau bisnis anda. Berinvestasilah dengan menggunakan jasa web hosting yang bermutu dan membeli domain pribadi agar website dapat menjangkau lebih banyak konsumen dan terlihat lebih profesional.
2. Direktori bisnis
Selain website, tidak ada salahnya mengiklankan bisnis online anda di direktori bisnis baik lokal, nasional maupun internasional. Direktori bisnis merupakan cara bagus untuk menjaring konsumen potensial yang memang membutuhkan produk anda. Agar bisnis anda cepat dikenal, pastikan anda tidak pelit informasi ketika memasukkan nama bisnis anda ke dalam daftar direktori. Selain nama, alamat dan bidang bisnis anda, berikan juga logo bisnis, foto anda sebagai pelaku utama bisnis atau foto kolam usaha sebagai bagian dari profil bisnis agar pengunjung direktori bisnis tidak merasa ragu ketika hendak melihat-lihat info bisnis anda.
3. Video online
Video pemasaran saat ini merupakan strategi manajemen marketing yang menjadi favorit di kalangan pebisnis online. Selain memberi dampak yang lebih besar dibandingkan iklan tertulis, video yang diunggah ke situs seperti YouTube membuat anda mampu melacak minat calon konsumen dengan melihat jumlah pengunjung, jumlah mereka yang suka dan tidak suka serta komentar yang masuk.
4. Media Sosial
Selain website resmi, perusahaan atau bisnis anda sebaiknya dibuatkan profil media sosial seperti Facebook dan Twitter. Selain menjadi media pemasaran yang sifatnya lebih personal, media sosial juga membuat komunikasi antar perusahaan dan calon konsumen menjadi lebih mudah. Seperti direktori bisnis, jangan lupa membuat profil yang cukup lengkap agar calon konsumen bisa merasa lebih yakin tentang kredibilitas bisnis anda dan jangan malas memperbaharui status atau berita serta menanggapi pertanyaan pengunjung di profil anda.
Strategi pemasaran untuk bisnis online tidak hanya menyangkut media apa yang digunakan, melainkan juga bagaimana memanfaatkan media tersebut secara maksimal agar tujuan pemasaran bisnis online anda tercapai. Jika anda memiliki visi untuk melebarkan bisnis anda, sebaiknya mulai gunakan jasa konsultan dan agen periklanan khusus pemasaran online saat jumlah dan cakupan konsumen anda mulai meluas.

0 comments:

Post a Comment