Thursday, November 9, 2017

PENDEKATAN PENGOLAHAN RUMPUT LAUT

November 09, 2017 Posted by Media Penyuluhan Perikanan Pati 1 comment
Lebih dari 80% rumputlaut Indonesia hanya diekspor dalam bentuk bahan baku primer (rawmaterial) dengan harga relatif rendah, hanya 20% saja yang diolahdi dalam negeri. Melihatfenomena di atas, sudah saatnya orientasi pengembangan mulai melirik pada industry hilir sebagai upaya dalam menigkatkan nilai tambah produk. Akselerasi industri hulu harus diimbangi dengan industri hilir sehingga merubah orientasi pemasaran dalam bentuk bahan mentah menjadi bahan jadi atau setengah jadi.
Fenomena lain adalah dimana hampir keseluruhan Industri rumput laut nasional terkonsentrasi pada kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, dilain pihak konsentrasi industri hulu tersebar di Indonesia bagian timur (mulai dari Sulawesi, NTT, NTB, dan Maluku). Kondisi inilah saat ini yang menuai permasalahan khususnya rantai pasok (supllychain). Pola rantai distribusi pasar yang melelahkan sangat mempengaruhi posisi tawar produk yang dihasilkan pembudidaya, sehingga nilai tambah produk belum mampu dirasakan oleh produsen di hulu. Dengan adanya konsentrasi industri rumput laut di sentral-sentral produksi melalui pendekatan nilai tambah (addingvalue) produk, diharapkan akan mampu menciptakan pergerakan ekonomi lokal, regional dan nasional.
FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG
Aspek Budidaya
Kondisi budidaya di hulu mutlak menjadi pertimbangan utama sebelum menetapkan pembangunan industri rumput laut. Kegiatan budidaya rumput laut yang dilakukan harus senantiasa sesuai dengan teknologi anjuran pada setiap rangkaian proses produksi. Pola produksi budidaya harus mampu menjamin kontinyuitas produksi yang berkualitas. Analisis kelayakan budidaya meliputi penerapan teknologi anjuran, profil usaha budidaya, tingkat pendapatan dan margin pemasaran.
Aspek pasar dan pemasaran
Segementasi dan deskripsi produk
Produk intermediate olahan rumput laut memiliki banyak ragam, namun umumnya yang beredar di pasaran meliputi 3 (tiga) produk utama yaitu :
a). ATC (AlkaliTreatedChips)
Produk ini sering pula disebut chip rumput laut. Didapatkan melalui proses pengolahan yang relatif sederhana, dimulai dari pencucian dan pemasakan rumput laut dengan menggunakan larutan alkali (NaOH, KOH, KCl) pada suhu < 80oC selama 2 (dua) jam. Kemudian dicuci dengan air tawar dan dipotong dengan ukuran sekitar 3 – 5 cm.
b). SRC (SemiRefineCarrageenan)
Produk ini sering pula disebut karaginan setengah murni, dikodekan dengan EU407/a. Dikatakan demikian karena pada proses pengolahannya, karaginan di dalam rumput laut diupayakan tidak larut, melalui manipulasi pH dan suhu. Sedangkan komponen yang diupayakan larut adalah selulosa, yang notabene merupakan lapisan luar. Kendati demikian, kandungan selulosa pada produk akhir, umumnya masih tinggi. Hal ini yang menyebabkan produk SRC lebih banyak dipergunakan pada produk non-pangan seperti cat tembok, kosmetik, pengharum ruangan, pelapis keramik, hingga makanan hewan.
c). RC (RefineCarrageenan)
Produk ini sering pula disebut karaginan murni, dikodekan dengan EU407. Perbedaan utama dengan SRC adalah karaginan dan selulosa rumput laut, diproses dalam suhu tinggi sehingga larut dalam larutan alkali, untuk kemudian dipisahkan melalui proses penyaringan. Karena tidak mengandung selulosa, produk RC banyak dipergunakan pada produk pangan seperti susu kental manis, jelly, pasta ikan, kecap, saus dan lain sebagainya.
Nilai Tambah (addingvalue) Produk
Nilai tambah (adding value) dari rumput laut justru berada pada industri hilir (pengolahan). Estimasi nilai tambah produk pada masing-masing segmentasi usaha, sbb :
Produk    Rendemen (%)    Harga (Rp/kg)    Nilai Tambah (%)
Rumput Laut Kering     12% dari rumput laut basah      7.000    -
ATC Chips (IndustrialGrade)    31,5% dari rumput laut kering     60.000    270%
SRC (FoodGrade)    25% dari rumput laut kering     80.000    285%
RC (FoodGrade)    23,6% dari rumput laut kering    200.000    674%
Karaginan kertas    25% dari rumput laut kering     95.000    339%
Aspek Teknis Produksi
Penentuan Lokasi
Faktor Primer
A.     Ketersediaan bahan baku
Bahan baku harus terjamin ketersediaannya secara tepat waktu, jumlah dan kualitas. Ketersediaan bahan baku disini merupakan kemampuan suplly harian dari hulu bagi industri pengolah secara kontinyu.
Estimasi kebutuhan bahan baku, masing-masing menurut segmentasi usaha pengolahan :
  Industri ATC chips skala menengah/besar mampu menghasilkan produk ATC Chips ≥ 5 ton/hari dengan estimasi kebutuhan bahan baku ≥ 15 ton/hr.
  Industri SRC skala menengah/besar mampu menghasilkan produk SRC ≥ 5 ton/hr dengan estimasi kebutuhan bahan baku rumput laut kering ≥ 20 ton/hr.
  Industri RC skala menengah/besar mampu menghasilkan produk RC ≥ 1 ton/hr dengan estimasi kebutuhan bahan baku rumput laut kering ≥ 5 ton/hr.
Jika kemungkinan pada sentral produksi kebutuhan bahan baku berkurang pada kondisi tertentu, maka alternatif suplly bahan baku harus mampu disediakan dari daerah lain disekitar.
B.     Aksesibilitas
Konsumen/pasar produk ATC Chips, SRC dan RC karaginan secara umum merupakan industri hilir yang ada di pulau Jawa (Jakarta dan Surabaya), sehingga kedekatan akses dengan infrastruktur transportasi baik darat, laut maupun udara keberdadaanya menjadi sangat vital. Industri yang letaknya dekat dengan pasar, relatif lebih cepat dalam hal pelayanan konsumen, biaya pengangkutan lebih rendah serta terkait dengan pemantauan perubahan keinginan pasar. Hasil akhir produk karaginan dapat dipasarkan langsung ke pulau Jawa. Disamping itu akses ke lokasi sentral produksi harus terjamin kemudahannya guna mempermudah fungsi pengangkutan dan distribusi hasil produksi.
C.     Sarana dan prasarana penunjang
Dalam menjamin kualitas baha baku hasil produksi budidaya, pada sentra produksi harus tersedia sarana penjemuran dan depo/gudang penampungan yang memadai.
D.    Fasilitas Pengangkutan
Ketersediaan fasilitas pengangkutan baik untuk bahan baku maupun produk akhir, dapat dilakukan dengan menggunakan angkutan darat (truk), angkutan laut maupun udara.
E.  Ketersediaan SDM tenaga kerja
Pengolahan rumput laut lebih banyak membutuhkan tenaga kerja tidak terdidik (unskilled labour) dibandingkan tenaga kerja terdidik (skilled labour). Dalam konteks diatas, penempatan industri pengolahan rumput laut sebaiknya memperhitungkan ketersediaan tenaga kerja produktif, dalam artian turut memperhitungkan karakteristik budaya, mata pencaharian pokok serta kebiasaan hidup masyarakat sekitar yang heterogen sehingga dapat mengeliminir terjadinya inefisiensi yang dapat mempengaruhi kelancaran proses produksi.
F.  Infrastruktur penunjang
Infrastruktur penunjang meliputi jaringan listrik dan jaringan telepon. Kebutuhan listrik yang tinggi dapat dipenuhi dari PLN maupun generator diesel (untuk mengantisipasi kondisi pemadaman), sehingga kedekatan dengan sumber bahan bakar (SPBU) menjadi vital. Selain itu, akses informasi (telepon/internet) patut diperhitungkan terutama dalam akses komunikasi dan pemantauan pasar.
G. Aspek kelembagaan dan kemitraan
Kelembagaan kelompok maupun penunjang menjadi sangat penting sebagai faktor utama dalam menjamin siklus bisnis yang positif. Keberadaan kelembagaan yang kuat secara langsung akan mampu meningkatkan efektifitas rantai pasok dankualitas hasil produksi di hulu, sehinggka kondisi ini akan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan industri pengolah.
Keberadaan spekulan harus diiupayakan untuk ditekan karena secara langsung akan mempengaruhi rantai pasok, stabiltas harga dan jaminan kualitas hasil produksi. Keberadaan industri pengolah, diupayakan harus mampu membangun kemitraan yang positif secara langsung dengan pembudidaya/kelompok.
Faktor sekunder
A.     Dukungan/regulasi Pemerintah Daerah
Peraturan Daerah baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten, harus mendukung perkembangan industri dilihat dari aspek kebijakan, hukum, teknis maupun kemudahan permodalan.
B.     Respon masyarakat
Respon masyarakat turut menentukan keberlanjutan pabrik kedepan terkait keselamatan dan keamanan produksi, potensi konflik menyangkut rekruitment tenaga kerja hingga social cost yang kerap muncul terutama pada era otonomi daerah seperti saat ini. Respon masyarakat turut menentukan keberlanjutan pabrik kedepan terkait keselamatan dan keamanan produksi, potensi konflik menyangkut rekruitment tenaga kerja hingga social cost yang kerap muncul terutama pada era otonomi daerah seperti saat ini.
C.     Kemudahan lainnya
Meliputi harga tanah dan gedung, kemungkinan perluasan, fasiltas servis, fasilitas finansial, ketersediaan air, iklim lokasi dll.

1 comment:

  1. kami sekeluarga tak lupa  puji syukur kepada ALLAH S,W,T
    dan terima kasih banyak kepada AKI atas nomor togel.nya yang AKI
    berikan keputusan toto 4 angkah ((( 9607 )))alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus AKI.
    dan alhamdulillah sekarang saya bisa melunasi semua utan2 saya yang
    ada sama tetangga.dan juga BANK BRI dan bukan hanya itu AKI. insya
    allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi
    kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan AKI..
    sekali lagi makasih banyak ya AKI… bagi saudara yang suka main togel
    yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi AKI SOLEH,,di
    0823 1333 6747,, insya allah anda bisa seperti saya…menang togel 175
    juta, wassalam.

    dijamin 100% jebol saya sudah buktikan…sendiri….

    Apakah anda termasuk dalam kategori di bawah ini !!!!

    1″Dikejar-kejar hutang
    2″Selaluh kalah dalam bermain togel
    3″Barang berharga anda udah habis terjual Buat judi togel
    4″Anda udah kemana-mana tapi tidak menghasilkan solusi yg tepat
    5″Udah banyak Dukun togel yang kamu tempati minta angka jitunya
    tapi tidak ada satupun yang berhasil..
    Solusi yang tepat jangan anda putus aza….AKI SOLEH akan membantu
    anda semua dengan Angka ritwal/GHOIB:
    butuh angka togel 2D 3D 4D 5D 6D SGP / HKG / MALAYSIA / TOTO MAGNUM / dijamin
    100% jebol
    Apabila ada waktu
    silahkan Hub: AKI SOLEH DI NO: (((082313336747)))

    INFO TOGEL KLIK DISINI

    Atau Chat/Tlpn di WhatsApp (WA)
    No WA Aki : 082313336747

    INFO PESUGIHAN KLIK DISINI

    angka GHOIB: singapur 2D/3D/4D/
    angka GHOIB: hongkong 2D/3D/4D/
    angka GHOIB; malaysia
    angka GHOIB; toto magnum 4D/5D/6D/
    angka GHOIB; laos

    ReplyDelete