Monday, July 17, 2017

FUNGSI MEDIA PENYULUHAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

July 17, 2017 Posted by Media Penyuluhan Perikanan Pati No comments
Media memiliki multi makna, baik dilihat secara terbatas maupun secara luas. Munculnya berbagai macam definisi disebabkan adanya perbedaan dalam sudut pandang, maksud, dan tujuannya. AECT (Association for Education and Communicatian Technology) dalam Harsoyo (2002) memaknai media sebagai segala bentuk yang dimanfaatkan dalam proses penyaluran informasi. NEA (National Education Association) memaknai media sebagai segala benda yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, dibaca, atau dibincangkan beserta instrumen yang digunakan untuk kegiatan tersebut.
Wilbur Schramm mencermati pemanfaatan media sebagai suatu teknik untuk menyampaikan pesan, di mana ia mendefinisikan media sebagai teknologi pembawa informasi/pesan instruksional. Yusuf hadi Miarso memandang media secara luas/makro dalam sistem pendidikan sehingga mendefinisikan media adalah segala sesuatu yang dapat merangsang terjadinya proses belajar pada diri peserta didik.
Rahardjo (1991) menyatakan bahwa media dalam arti yang terbatas yaitu sebagai alat bantu pembelajaran. Hal ini berarti media sebagai alat bantu yang digunakan guru untuk:
• memotivasi belajar peserta didik
• memperjelas informasi/pesan pengajaran
• memberi tekanan pada bagian-bagian yang penting
• memberi variasi pengajaran
• memperjelas struktur pengajaran.
Sedangkan Penyuluhan adalah proses penyebarluasan informasi tentang ilmu pengetahuan, teknologi maupun seni. Lebih lengkapnya penyuluhan dapat diartikan sebagai proses aktif yang memerlukan interaksi antara penyuluh dan yang disuluh agar terbangun proses perubahan “PERILAKU” (Behaviour)yang merupakan perwujudan dari Pengetahuan , Sikap dan Keterampilan seseorang yang dapat diamati oleh orang/ pihak lain , baik secara langsung atau tidak langsung. Secara   umum   dapat   dikatakan   bahwa   media   merupakan   suatu   perantara   yang digunakan   dalam   proses   belajar.   Tujuan   penggunaan   media   adalah   untuk   memperjelas informasi yang disampaikan sehingga dapat merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan sasaran. Dengan    demikian    media    berperan    penting   dalam    memberikan pengalaman kongkrit dan sesuai dengan tujuan belajar.
Media   memiliki   multi   makna,   baik   dilihat   secara   terbatas   maupun   secara   luas.   Munculnya berbagai     macam     definisi  disebabkan     adanya    perbedaan     dalam    sudut   pandang,    maksud,     dan tujuannya. AECT (Association for Education and Communicatian Technology) dalam Harsoyo (2002) memaknai media sebagai segala bentuk yang dimanfaatkan dalam proses penyaluran informasi. NEA (National   Education   Association)   memaknai   media   sebagai   segala   benda yang   dapat   dimanipulasi, dilihat,  didengar,    dibaca,  atau   dibincangkan     beserta   instrumen    yang   digunakan    untuk   kegiatan tersebut.
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti “tengah”, “perantara”, atau “pengantar”, yaitu perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan kepada   penerima   pesan.  The   Association   for   Educational   Communications   Technology (AECT),   menyebutkan   media   sebagai   bentuk  dan   saluran   yang   digunakan   orang   untuk menyalurkan   pesan   atau   informasi.   Gagne   (1970),   mengatakan   bahwa   media   adalah berbagai     jenis  komponen      dalam   lingkungan    sasaran    yang   dapat   merangsang       untuk belajar. Sedangkan ”penyuluhan” berasal dari kata ”suluh” yaitu sesuatu yang digunakan untuk   memberi   penerang.   Jadi   media   penyuluhan   adalah   suatu   benda   yang   dikemas sedemikian rupa untuk memudahkan penyampaian materi kepada sasaran, agar sasaran dapat menyerap pesan dengan mudah dan jelas.
Rahardjo (1991) menyatakan bahwa media dalam arti yang terbatas yaitu sebagai alat bantu pembelajaran. Hal ini berarti media sebagai alat bantu yang digunakan pelatih/guru untuk:
Memotivasi belajar peserta didik
Memperjelas informasi/pesan pengajaran
Memberi tekanan pada bagian-bagian yang penting
Memberi variasi pengajaran
Memperjelas struktur pengajaran.
Sedangkan Penyuluhan adalah proses penyebarluasan informasi tentang ilmu pengetahuan, teknologi   maupun   seni.   Lebih   lengkapnya   penyuluhan   dapat   diartikan   sebagai     proses   aktif   yang memerlukan        interaksi  antara   penyuluh     dan   yang   disuluh   agar   terbangun     proses   perubahan “PERILAKU”   (Behaviour) yang   merupakan   perwujudan   dari   Pengetahuan, Sikap   dan   Keterampilan seseorang yang dapat diamati oleh orang/ pihak lain , baik secara langsung atau tidak langsung.  Sehingga media penyuluhan memiliki beberapa pengertian, sebagai berikut :
Media Penyuluhan adalah semua sarana dan alat yang digunakan dalam proses penyampaian pesan.
Media Penyuluhan adalah wahana untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima yang dapat merangsang pikiran, perasaan dan perhatian/minat.
Media penyuluhan adalah semua sarana atau upaya untuk menampilkan pesan informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator sehingga sasaran dapat meningkat  pengetahuannya yang akhirnya diharapkan dapat berubah perilakunya kearah positif  terhadap perikanan.
Peran Media Dalam Penyuluhan Perikanan
Sejalan dengan pandangan diatas, maka peranan media penyuluhan perikanan  sebagai peragaan dalam kegiatan penyuluhan perikanan sebagai berikut :
Media Penyuluhan Perikanan Mempertinggi Efektivitas belajar.
Meningkatkan Interaksi Pelaku utama dengan Lingkungannya
Memungkinkan Untuk Meningkatkan Keterampilan  Keterampilan
Tujuan atau alasan mengapa media sangat diperlukan di dalam pelaksanaan penyuluhan perikanan antara lain adalah :
Media dapat mempermudah penyampaian informasi.
Media dapat menghindari kesalahan persepsi.
Media dapat memperjelas informasi.
Media dapat mempermudah pengertian
Media dapat mengurangi komunikasi verbalistik.
Media dapat menampilkan objek yang tidak dapat ditangkap dengan mata.
Media dapat memperlancar komunikasi
Media   penyuluhan   perikanan   yang   baik   adalah     media   yang   mampu   memberikan informasi   atau    pesan-pesan    perikanan   yang   sesuai   dengan    tingkat   penerimaan     sasaran, sehingga   sasaran   mau   dan   mampu   untuk   mengubah   perilaku   sesuai   dengan   pesan   yang disampaikan.
Penyerapan Materi Dalam Kegiatan Penyuluhan
Seseorang    belajar  melalui panca  inderanya.  Setiap indera  ternyata berbeda   pengaruhnya   terhadap hasil belajar seseorang, Oleh  karena  itu seseorang  dapat  mempelajari sesuatu  dengan  baik  apabila  ia  menggunakan  lebih dari satu indera.
Apa yang bisa kita ingat :
10% dari yang kita baca
20% dari yang kita dengar
30% dari yang kita lihat
50% dari yang kita lihat dan dengar
80% dari yang kita ucapkan
90% dari yang kita ucapkan dan lakukan
Klasifikasi dan Perangkat Media Penyuluhan
Terdapat lima model klasifikasi, yaitu menurut: (1) Wilbur Schramm, (2) Gagne, (3)  Allen, (4) Gerlach dan Ely, dan (5)Ibrahim.
Menurut Schramm,   media   digolongkan   menjadi   media   rumit,   mahal,   dan   media sederhana. Schramm juga  mengelompokkan media   menurut    kemampuan       daya  liputan, yaitu (1) liputan luas dan serentak seperti TV, radio, dan facsimile; (2) liputan terbatas pada ruangan,   seperti   film,   video,   slide,   poster   audio   tape;   (3)   media   untuk   belajar   individual, seperti buku, modul, program belajar dengan komputer dam telpon.
Menurut Gerlach   dan   Ely,   media  dikelompokkan   berdasarkan   ciri-ciri   fisiknya   atas delapan   kelompok,   yaitu   benda   sebenarnya,   presentasi   verbal,   presentasi   grafis,   gambar diam, gambar bergerak, rekaman suara, pengajaran terprogram, dan simulasi.
Menurut Ibrahim,     media     dikelompokkan        berdasarkan       ukuran     serta   kompleks tidaknya   alat   dan   perlengkapannya   atas   lima   kelompok,   yaitu   media   tanpa   proyeksi   dua dimensi;   media   tanpa   proyeksi   tiga   dimensi;   media   audio;   media   proyeksi;   televisi,   video, komputer.
Penentuan jenis   media   visual   yang   efektif   untuk   suatu   proses   belajar   mengajar merupakan langkah awal yang perlu dilakukan dalam perencanaan suatu pelatihan atau penyuluhan.
Paling tidak  ada   6  (enam)    pertanyaan    yang    perlu  diajukan   berkaitan   dengan penentuan jenis media yang digunakan, antara lain :    Siapa yang akan dilatih ?
Apa yang diharapkan dan mampu dilakukan oleh peserta didik ?
Dimana pelatihan akan diadakan dan berapa lama ?
Metode belajar apa yang digunakan ?
Media penyuluhan apa yang akan digunakan ?
Bagaimana mengetahui efektifitas pelatihan/penyuluhan ?
Berdasarkan  fungsinya  sebagai    penyaluran     pesan    perikanan,     media   penyuluhan  dibagi menjadi 3 yakni :
a. Media cetak
Media      ini  mengutamakan        pesan-pesan      visual,   biasanya    terdiri  dari   gambaran  sejumlah   kata,   gambar   atau      foto  dalam    tata   warna.   Yang   termasuk   dalam   media      ini adalah booklet, leaflet, flyer (selebaran),flip chart  (lembar balik), rubric atau tulisan pada surat  kabar   atau   majalah,   poster,   foto   yang   mengungkapkan   informasi   perikanan.
Ada  beberapa kelebihan media cetak antara lain tahan lama, mencakup banyak orang, biaya rendah, dapat dibawa kemana-mana, tidak perlu listrik, mempermudah pemahaman dan dapat   meningkatkan   gairah   belajar.   Media   cetak   memiliki   kelemahan   yaitu   tidak   dapat  menstimulir efek gerak dan efek suara dan mudah terlipat.
b. Media elektronik
Media ini merupakan media yang bergerak dan dinamis, dapat dilihat dan didengar  dan   penyampaiannya   melalui   alat   bantu   elektronika.   Yang   termasuk   dalam   media  ini adalah   televisi, radio,   video   film,   cassette,  CD,   VCD.   Seperti   halnya   media  cetak,   media  elektronik ini memiliki kelebihan antara lain lebih mudah dipahami, lebih menarik, suda dikenal     masyarakat,      bertatap     muka,     mengikut     sertakan     seluruh     panca    indera,  penyajiannya      dapat    dikendalikan    dan   diulang-ulang     serta  jangkauannya  lebih  besar.
Kelemahan dari media ini adalah biayanya lebih tinggi,sedikit rumit, perlu listrik dan alat  canggih   untuk   produksinya,   perlu  persiapan  matang,   peralatan   selalu   berkembang   dan  berubah, perlu keterampilan penyimpanan dan keterampilan untuk mengoperasikannya.
c. Media luar ruang
Media   menyampaikan   pesannya   di   luar   ruang,   bisa   melalui   media   cetak   maupun  elektronik   misalnya   papan  reklame,   spanduk,   pameran, banner  dan   televisi   layar   lebar.
Kelebihan dari media ini adalah  lebih mudah dipahami, lebih menarik, sebagai informasi  umum   dan  hiburan,  bertatap  muka,  mengikut   sertakan  seluruh  panca   indera,  penyajian  dapat dikendalikan dan jangkauannya relatif besar. Kelemahan dari media ini adalah biaya  lebih   tinggi,  sedikit   rumit,   perlu  alat canggih     untuk    produksinya,     persiapan    matang, peralatan selalu berkembang dan berubah, memerlukan keterampilan penyimpanan dan keterampilan untuk mengoperasikannya.
Prinsip Umum Penggunaan Media
Prinsip Umum Dalam Penggunaan Media Adalah :
Tidak ada satu media pun yang sesuai untuk segala macam kegiatan pembelajaran
Media tertentu cenderung lebih tepat dipakai   untuk menyajikan suatu unit pelajaran  dari pada media lain.
Tidak ada satu media pun yang harus digunakan untuk meniadakan media yang lain
Penggunaan media yang terlalu banyak akan membingungkan media belajar
Untuk menggunakan media pembelajaran harus diadakan persiapan yang matang
Media harus merupakan bagian integral dari seluruh proses pembelajaran
Peserta harus dipersiapkan perpartisipasi aktif
Media jangan digunakan sebagai hiburan
PUSTAKA
-----------. 2001. Buku 2 Media Visual dalam Pelatihan dan Penyuluhan. Pusat Manajemen Pengembangan SDM Perikanan. Ciawi.
Garnadi,    A.  1997.  Penggunaan    Visual  Aid  dalam   Penyuluhan    Perikanan.  Direktorat Penyuluhan Perikanan. Jakarta
Sudjana, N. dan A. Rivai. 1990. Media Pengajaran. Sinar Baru. Bandung
Widodo,    S  dan  Nuraeni.  I.  2006.  Media  Penyuluhan   Perikanan.  Universitas  Terbuka. Jakarta
(Rika Putri, S.St.Pi, Widyaiswara BPPP Tegal)

0 comments:

Post a Comment